kawasan budaya banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat dan juga bagi bangsa untuk menunjukkan kekhasan budaya Indonesia, khususnya orang Sasak di Pulau Lombok.

Lombok Tengah (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia Fahri Hamzah mengatakan pemerintah mengusulkan restorasi bangunan rumah di kampung Adat Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat lebih asri dan aman, pasca kebakaran beberapa waktu lalu.

"Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade menimbulkan duka mendalam. Pemerintah menilai kawasan ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan bangsa untuk menunjukkan kekhasan budaya Sasak di Pulau Lombok," kata Fahri Hamzah usai meninjau lokasi pasca kebakaran kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan untuk itulah pemerintah mengusulkan agar kampung Adat Sade direstorasi dalam bentuk yang lebih baik, lebih nyaman, dan lebih aman.

"Konsepnya mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto yaitu Indonesia Asri, Aman, Sehat, Bersih dan Indah," katanya.

Ia mengatakan satu kawasan budaya banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat dan juga bagi bangsa untuk menunjukkan kekhasan budaya Indonesia, khususnya orang Sasak di Pulau Lombok.

"Kami harus merestorasi dalam bentuk yang lebih baik untuk jangka panjang,” kata Fahri.

Ia mengatakan pemerintah mengusulkan adanya pertemuan lintas kementerian dan bekerja sama dengan kampus, para ilmuwan, dan ahli untuk mendesain ulang Kampung Adat Sade.

"Tujuannya agar pembangunan tidak hanya berdampak komersial, tapi juga punya dampak pendidikan dan pengetahuan bagi wisatawan maupun masyarakat," ujar Fahri.

Ia mengatakan pemerintah tetap bertanggung jawab memastikan infrastruktur kampung Adat Sade dapat bertahan lama dan tidak mudah terkena musibah kebakaran lagi.

Beberapa pihak sudah mulai memberikan sumbangan untuk membangun museum, masjid, dan fasilitas lain. Dengan desain baru yang menarik, pemerintah berharap Sade justru semakin dikenal baik di dalam maupun luar negeri.

“Karena sifat aslinya terdiri dari kayu, atap ilalang dan lain-lain. Tapi tetap harus dijaga supaya jangan sampai mudah terkena api,” katanya.

Fahri menambahkan, ke depan, instalasi listrik akan dipasang seaman mungkin dan pihak PLN juga akan diminta mendesain khusus untuk desa-desa budaya.

"Hal ini sekaligus memperkuat Pulau Lombok sebagai tujuan wisata budaya," katanya.