Data sementara kami telah memulihkan dokumen adminduk di antaranya 49 kartu keluarga (KK) 87 kartu tanda penduduk (KTP) dan 27 akte kelahiran.

Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah membuka layanan penerbitan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi warga yang terdampak kebakaran di kampung Adat Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut.

"Tim kami telah turun membuka pelayanan untuk menerbitkan kembali dokumen adminduk yang terbakar, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran bagi warga yang terdampak bencana tersebut," kata Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Tengah Alpian Muntahar di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan pelayanan adminduk secara langsung tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang terdampak, sehingga pihaknya menurunkan petugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Data sementara kami telah memulihkan dokumen adminduk di antaranya 49 kartu keluarga (KK) 87 kartu tanda penduduk (KTP) dan 27 akte kelahiran," katanya .

“Jadi hanya fokus membuka pelayanan bagi mereka yang kehilangan atau terbakar adminduknya," katanya.

Untuk penerbitan adminduk itu, pihak dinas memastikan tidak ada syarat, sepanjang warga datang ke tempat pelayanan dan melaporkn dokumennya terbakar, maka pihak dinas akan langsung melacak di dalam Sistem Informasi Adminduk (SIAK) yang sudah tersedia dalam system pelayanan.

“Warga tinggal datang dan tinggal menyebut nama, jika ditemukan dan memastikan yang bersangkutan adalah benar berdasarkan foto yang ada di sistem ,maka kami mencetak seluruh dokumen adminduk mereka yang terbakar, termasuk akta untuk anak-anaknya,” kata Alpian.

Jika penelusuran dengan nama tidak ditemukan, maka pihak dinas akan melacak dengan mengecek biometrik. Dan lebih mudah lagi ketika masyarakat bisa menunjukkan foto dari dokumen yang dimiliki yang tersimpan dalam handphone maka tinggal di cetak saja.

“Untuk kepastian berapa jumlah masyarakat yang kehilangan adminduk saat kejadian bencana kebakaran itu, kami belum bisa memastikan. Karena kami melayani yang datang ke tempat pelayanan yang kami sediakan di rumah kepala dusun Sade," katanya.

Sebelumnya, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026 kampung Adat Sade ludes terbakar, sehingga semua barang berharga milik warga tidak ada yang bisa diselamatkan.

Namun, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun sejumlah bangunan rumah adat yang terbuat dari bambu, kayu dan ilalang itu habis terbakar.