TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Hubungan pariwisata Indonesia dan Makau terus diperkuat seiring meningkatnya minat wisatawan Indonesia berkunjung ke destinasi berjuluk Las Vegas Asia tersebut.
Pada semester I 2026, hampir 88.000 wisatawan Indonesia tercatat berkunjung ke Makau. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia dalam 10 besar pasar wisatawan internasional bagi Makau.
Hal itu disampaikan Direktur Macao Government Tourism Office (MGTO) Maria Helena de Senna Fernandes dalam Macao Economic, Trade and Tourism Investment Promotion Seminar yang digelar Pemerintah Daerah Khusus Makau di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
“Pada paruh pertama tahun ini, Makau menerima hampir 88.000 pengunjung dari Indonesia, yang mencerminkan kuat dan meningkatnya minat terhadap destinasi kami,” ujar Maria.
Menurut Maria, Makau terus memperkuat promosi di pasar Indonesia dengan menghadirkan beragam pengalaman wisata, mulai dari destinasi ikonik, wisata komunitas, budaya, festival, kuliner, hingga wisata ramah Muslim.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti seminar pariwisata, business matching, roadshow, pameran, promosi melalui platform digital, hingga kolaborasi dengan kreator konten.
Baca juga: Apa yang Kita Ketahui Sejauh Ini Soal Banjir Bandang Nepal, Hampir 400 Wisatawan Hilang
MGTO juga mulai memperbanyak materi promosi berbahasa Indonesia untuk memudahkan wisatawan Indonesia mengenal berbagai destinasi di Makau.
Salah satu bentuk promosi tersebut dilakukan melalui serial mikro-drama yang memperkenalkan destinasi ikonik, pengalaman wisata komunitas, serta pilihan wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Makau juga melihat potensi besar dari pasar wisatawan Indonesia yang memiliki karakter beragam, termasuk kebutuhan terhadap fasilitas dan pengalaman perjalanan yang ramah Muslim.
Selain destinasi wisata, sektor kuliner dan festival menjadi bagian dari daya tarik yang terus dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan Indonesia.
Makau mencatat lebih dari 40 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Pada 2026, pemerintah setempat menargetkan jumlah kunjungan meningkat menjadi sekitar 41 juta wisatawan.
Untuk mencapai target tersebut, pasar Indonesia menjadi salah satu yang mendapat perhatian.
Penguatan promosi juga dilakukan melalui kerja sama dengan pelaku industri perjalanan Indonesia. MGTO memperkuat hubungan dengan industri pariwisata melalui nota kesepahaman dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo).
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan paket perjalanan sekaligus mendorong semakin banyak wisatawan Indonesia memasukkan Makau dalam daftar destinasi liburan.
Tak hanya wisata rekreasi, Makau juga mengembangkan sektor Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) sebagai bagian dari strategi pariwisata.
Potensi tersebut sekaligus membuka peluang bagi wisatawan Indonesia yang datang untuk kepentingan bisnis, konferensi, pameran, maupun perjalanan insentif.
Penguatan sektor pariwisata tersebut berjalan beriringan dengan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Makau.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Macao Economic, Trade and Tourism Investment Promotion Seminar yang dihadiri lebih dari 350 tamu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Eksekutif Daerah Khusus Makau Tsang Ho-Fai, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Susiwijono Moegiarso, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lu-tong, delegasi pemerintah dan pengusaha Makau, serta pelaku usaha Indonesia.
Baca juga: Turis Indonesia Habiskan Rp14,44 Triliun di Jepang Sepanjang 2025
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar lebih dari 120 pencocokan dan pertukaran bisnis yang menghasilkan sekitar 40 perjanjian kerja sama atau surat pernyataan niat.
Chairman of the Macao Trade and Investment Promotion Institute (IPIM) Mr Xie Yongqiang mengatakan besarnya aktivitas tersebut menunjukkan peluang kolaborasi yang semakin terbuka antara perusahaan Makau dan Indonesia.
Menurut Xie, Makau tidak hanya dapat menjadi destinasi wisata, tetapi juga platform bagi perusahaan Indonesia untuk mengembangkan bisnis menuju pasar China dan internasional.
“Sebagai lembaga promosi investasi Daerah Administratif Khusus Makau, kami bertujuan untuk sepenuhnya memanfaatkan peran Makau sebagai platform antara Tiongkok dan pasar internasional,” ujar Xie.
Makau juga memiliki hubungan erat dengan sembilan negara berbahasa Portugis. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi perusahaan Indonesia yang ingin memperluas pasar ke negara-negara tersebut.
Xie turut memperkenalkan Skema Toko Pertama yang memberikan dukungan maksimal sekitar MOP1 juta bagi perusahaan luar negeri yang membuka toko pertama di Makau.
Program itu ditujukan untuk memperkaya sektor pariwisata dan konsumsi dengan menghadirkan makanan, produk khusus, serta merek internasional.
“Kami menyambut perusahaan, termasuk dari Indonesia, untuk secara aktif mempertimbangkan Makau sebagai platform untuk memasuki pasar Tiongkok dan memperluas bisnis internasional mereka,” katanya.
Peluang Wisata Indonesia-Makau Semakin Besar
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan Makau memiliki reputasi internasional melalui stabilitas, keterbukaan, dan konektivitas.
Menurutnya, hubungan masyarakat Indonesia dan Makau juga terus berkembang, salah satunya melalui mobilitas wisatawan.
Wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Makau pada tahun sebelumnya bahkan tercatat lebih dari 200.000 orang.
Indonesia juga telah menerapkan bebas visa bagi pemegang paspor Daerah Khusus Makau untuk mendorong mobilitas masyarakat kedua wilayah.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Daerah Khusus Makau Tsang Ho-Fai menilai pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 China dan Rencana Lima Tahun ke-3 Daerah Khusus Makau akan membuka peluang baru bagi hubungan ekonomi Indonesia-Makau.
Menurut Tsang, Indonesia dan Makau memiliki posisi penting dalam konektivitas Jalur Sutra Maritim sehingga ruang kerja sama masih terbuka luas.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia dan semakin agresifnya promosi destinasi di Tanah Air, Makau berharap pasar Indonesia dapat terus tumbuh.
Pengembangan wisata budaya, festival, kuliner, destinasi ramah Muslim, hingga MICE menjadi strategi Makau untuk memberikan lebih banyak pilihan pengalaman bagi wisatawan Indonesia.
Kerja sama pariwisata pun diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku industri perjalanan, ekonomi kreatif, dan bisnis kedua wilayah.
Caption:
Macao Economic, Trade and Tourism Investment Promotion Seminar yang digelar Pemerintah Daerah Khusus Makau di Jakarta, Selasa (1/9/2026).