Yayasan pendidikan dari perusahaan investasi Jardine Matheson, Jardine Foundation dikenal memberikan beasiswa pascasarjana untuk studi di University of Oxford dan University of Cambridge. Mulai tahun akademik 2026/2027, yayasan ini bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuka beasiswa pascasarjana di UGM bagi mahasiswa baru.
Pada periode ini, kuota yang dibuka yakni 20 beasiswa magister dan 20 beasiswa doktor, dengan komponen meliputi biaya studi dan biaya hidup. Beasiswa ini rencananya juga akan dikembangkan ke perguruan tinggi lain di Indonesia.
Di UGM sendiri, beasiswa yang akan dibuka setiap tahun ini tengah memasuki masa seleksi, termasuk wawancara. Peminat beasiswa yang ingin mendaftar periode selanjutnya dapat memilih bidang studi terkait tujuan pembangunan berkelanjutan atau (SDGs).
Hal tersebut disampaikan Rektor UGM Rektor UGM Prof dr Ova Emilia, MMedEd, SpOG(K), PhD pada peresmian beasiswa di Mandarin Oriental Hotel, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (31/8/2026), ditulis Rabu (2/8/2026).
"Betul, karena mereka itu (bidang studi terkait SDGs) sangat luas. Kalau bicara gender, ya berarti artinya yang kaitannya gender itu juga masuk di dalam SDGs-nya, saya kira sangat luas," tuturnya.
Prodi S2 dan S3 UGM yang ditawarkan memiliki komponen riset. Penerima beasiswa juga diharapkan dapat meriset dengan topik-topik terkait SDGs.
"Risetnya itu topiknya khusus tentang SDGs. Jadi itu yang menjadi nanti untuk kenapa ketika wawancara, dan ketika fokus selama studi dan after that, itu karena memang topik-topik yang akan kita support adalah terkait isu-isu permasalahan di bidang SDGs," sambungnya.
Ova menuturkan, pemberian beasiswa Jardine di UGM diharapkan mendukung mahasiswa untuk merespons isu-isu SDGs sejak studi sampai lulus, serta berdampak atau memberikan kontribusi setelah lulus.
"Itulah kenapa kita bicara tadi masalah , apa dari ini, itu adalah dari mulai mereka studi sampai kemudian lulus, mereka tahu apa yang akan mereka lakukan terkait isu-isu," ujarnya.
Bidang Prioritas
Sementara itu, Ova mengatakan, UGM sendiri memiliki prioritas yang diharapkan selaras dengan bidang penerima beasiswa ini. Termasuk di antaranya yaitu perubahan iklim, kesehatan, dan pertanian.
"Kita punya prioritas yang memang diharapkan, mungkin untuk climate change, yang terkait dengan itu; kemudian juga kesehatan; dan juga agriculture ;itu termasuk bidang-bidang yang memang menjadi prioritas," ujarnya.
Kiat Lolos Seleksi Beasiswa Jardine di UGM
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama (PPUKS) UGM Dr Danang Sri Hadmoko SSi MSc mengatakan, pendaftar antara lain dipertimbangkan berdasarkan tujuan studi, dampak jika menjadi penerima beasiswa, tujuan setelah lulus, dan tanggung jawab sosial setelah menerima beasiswa.
"Satu hal, value yang ingin kita tularkan adalah bahwa mereka mendapatkan BISWA itu punya tanggung jawab dan juga punya social responsibility setelah itu. Harapannya mereka akan ketika nanti sukses, dia juga akan mengeluarkan itu juga, memberikan beasiswa juga kepada anak-anak muda nanti generasi-generasi selanjutnya," ucapnya.
Direktur Kemahasiswaan UGM Dr Hempri Suyatna, SSos, MSi mengatakan, penerima beasiswa akan mendapat pembekalan soft skill. Sementara itu, mahasiswa juga didorong untuk melakukan kegiatan dan menerapkan skill yang direkognisi kampus.
"Kita punya rekognisi kegiatan ekstrakurikuler, kemudian juga rekognisi seluruh kegiatan yang saya kira juga mendorong mahasiswa untuk bisa melakukan berbagai bentuk aktivitas-aktivitas di mahasiswa, baik itu pengabdian, prestasi, riset, dan sebagainya," tuturnya.





