Gorong-gorong Surabaya Kembali Makan Korban: Pemotor Terperosok Masuk Lubang Galian Petang Hari
Sarah Elnyora Rumaropen September 02, 2026 04:45 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Seorang pengendara sepeda motor berinisial VNS (28) terperosok ke dalam lubang proyek galian drainase atau gorong-gorong di Jalan Raya Satelit Utara, Tanjungsari, Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (1/9/2026) petang. 

Kecelakaan tunggal yang menimpa warga Kecamatan Sambikerep itu terjadi sekitar pukul 18.26 WIB dan mengakibatkan korban mengalami luka-luka di bagian pelipis, bibir, serta kulit telapak tangan.

Usai mendapatkan pertolongan pertama dari Tim Medis Pemkot Surabaya di lokasi kejadian, korban langsung dievakuasi ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) guna penanganan medis lanjutan.

Seorang petugas keamanan (satpam) perumahan sekitar, Bambang, membenarkan adanya insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan pengendara motor Honda CB 150-R bernopol L-6112-ZM menjelang waktu Magrib tersebut.

"Setahu saya memang benar ada kejadian kecelakaan itu. Sore, iya jam segitu (saat magrib). Wah saya kurang begitu jelas (kronologi kejadiannya). Tahunya kejadian itu cuma tunggal (kecelakaan)," ujar Bambang saat ditemui di pos satpam pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Bukan Kasus Pertama

Bambang menuturkan, proyek pembangunan drainase di sepanjang jalan tersebut tercatat sudah berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peristiwa pemotor tercebur ke lubang galian ini pun bukan kali pertama terjadi. Pada Juni 2026 lalu, insiden serupa pernah menimpa seorang remaja laki-laki yang mengendarai Honda Beat di ujung jalan sisi barat.

Kala itu, posisi sepeda motor korban sampai menancap di dalam lubang gorong-gorong dan tubuhnya terpental. Beruntung, korban tidak mengalami luka serius.

Bambang menduga pengendara tersebut terperosok karena mengantuk, mengingat penerangan di lokasi sebenarnya terbilang memadai.

"Dulu pernah ada kejadian, masuk (gorong-gorong), untung orangnya enggak apa apa. Motor, saya keluarkan bisa. Iya (saat ada bongkar gorong-gorong)," menceritakan kejadian terdahulu.

"Galian pertama. Untung saya keluarkan bisa dia, motor beat. Mungkin ngantuk bisa juga. Kalau mabuk, kayaknya enggak, karena masih bisa saya ajak ngomong. Kalau penerangan, cukup, di sini terang kok. Iya mungkin (kurang hati-hati)," tambahnya.

Baca juga: Habitat Satwa Semeru Terdampak Kebakaran: Tengkorak Kijang Ditemukan dan Macan Tutul Bermigrasi

Keterangan senada disampaikan oleh satpam permukiman lain di kawasan tersebut, Yasir.

Yasir mengonfirmasi adanya kecelakaan petang kemarin berdasarkan laporan dari rekan sejawatnya yang bertugas pada sif malam.

Menurut Yasir, ruas jalan tersebut biasanya ramai merayap pada sore hari dari arah Sukomanunggal menuju Tandes, namun cenderung lengang dan kerap dilalui kendaraan berkecepatan tinggi saat malam hari.

"Iya benar satu orang aja kecelakaan, di depan sana, ya jam mau magrib. Dia naik motor, pokoknya," tutur Yasir.

"Kendaraan di sini jarang kencang. Kalau enggak ada proyek gorong-gorong ya kenceng. Semenjak proyek, enggak kenceng. Biasanya malam mas," tambahnya.

Mengenai insiden terbaru yang menimpa VNS, Yasir menilai dampaknya cukup parah dibanding kejadian sebelumnya.

"Enggak terlalu sering kejadian kecelakaan di sini, tapi memang kemarin agak parah, kok sampai jungkel di sana," jelas Yasir.

Pelaksana Proyek Bertanggung Jawab

Sementara itu, Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, Kompol Muhammad Akhyar, membenarkan peristiwa kecelakaan tunggal tersebut.

Pihaknya langsung menerjunkan personel Bhabinkamtibmas untuk mengecek tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.

Kapolsek memastikan penanganan kasus kecelakaan ini ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya.

Selain itu, pihak pelaksana proyek dilaporkan beriktikad baik untuk membiayai pengobatan korban.

Baca juga: Respons Kasus Lansia Tewas di Gorong-Gorong Surabaya: Pemkot Gandeng Polisi hingga Usut Kontraktor

"Kemarin ada personel Bhabinkamtibmas kami yang langsung mengecek di lokasi, setelah ada laporan" kata Kompol Akhyar saat dihubungi pada Rabu (2/9/2026) siang.

"Ternyata memang benar ada kecelakaan, pemotor di lokasi tersebut. Sudah ditangani tim medis, tapi penanganan kasus kecelakaan ditangani Unit Laka Polrestabes Surabaya," lanjutnya. 

"Yang kedua, pihak proyek tanggung jawab untuk pengobatan. Cuma gitu aja. (Kondisi korban) Iya cuma luka-luka aja, korbannya," lanjut mantan Kasi Humas Polrestabes Surabaya tersebut.

Kondisi Lapangan Pasca-kejadian

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Rabu (2/9/2026) pukul 10.55 WIB, proyek drainase berada di sisi kiri jalan mengarah ke barat sepanjang kurang lebih 200 meter.

Keberadaan proyek ini memangkas separuh badan jalan yang lebarnya hanya sekitar lima meter, sehingga memicu kepadatan arus lalu lintas.

Pasir kering abu-abu juga tampak berserakan dan menimbulkan debu saat dilintasi kendaraan.

Area galian hanya disekat menggunakan lebih dari 15 unit dinding pembatas berbahan seng, namun sebagian besar pembatas tersebut masih berwarna silver alami dan bukan warna kuning mencolok standar rambu keselamatan pengerjaan jalan. 

Baca juga: Buntut Lansia Tewas di Gorong-Gorong Surabaya, Eri Cahyadi: Lek Sampai Gak Dilakoni, Saya Copot!

Kendati demikian, rangkaian pembatas disematkan lampu LED selang panjang untuk penerangan malam hari, serta papan peringatan kuning bertuliskan "Maaf Perjalanan Anda Terganggu, Ada Perbaikan Saluran" di ujung sisi timur.

Di titik lokasi kejadian, lubang galian yang menyebabkan pemotor terperosok kini telah ditutup rapat menggunakan urukan tanah cokelat. 

Penampakan ini berbeda dibanding dokumentasi video amatir yang diunggah akun Instagram @siagakota.surabaya. 

Dalam rekaman video tersebut, lubang galian terlihat masih menganga dengan pembatas jalan yang terpasang renggang.

Pada dasar lubang juga tampak lembaran seng pembatas berwarna silver yang ambruk terperosok bersamaan dengan korban dan sepeda motornya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.