TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi XI DPR dan pemerintah menyepakati sejumlah asumsi dasar ekonomi makro yang akan digunakan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner OJK, serta pihak terkait lainnya, Rabu (2/9/2026).
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan, salah satu target utama yang disepakati adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 sebesar 6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Pertumbuhan ekonomi year on year 6 persen kita sepakati sama," ujar Misbakhun.
Selain pertumbuhan ekonomi, DPR dan pemerintah juga menyepakati sejumlah indikator ekonomi makro lainnya sebagai dasar penyusunan RAPBN 2027.
Sejumlah asumsi makro RAPBN 2027 yang telah disepakati yakni pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, suku bunga SBN 10 tahun 6,9 persen.
Misbakhun mengatakan, asumsi tersebut akan menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal dan APBN 2027.
Menurut dia, penetapan target pertumbuhan ekonomi dan inflasi tersebut telah mempertimbangkan perkembangan ekonomi global dan domestik, termasuk berbagai peluang serta risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia.
Baca juga: Purbaya: RAPBN 2027 Dirancang Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Defisit Dijaga 2,4 Persen
"Penetapan asumsi tersebut telah mempertimbangkan perkembangan ekonomi global dan domestik serta berbagai peluang dan risiko yang berpotensi mempengaruhi kinerja perekonomian nasional," tutur dia.
Selain indikator ekonomi makro, DPR dan pemerintah juga menyepakati sejumlah sasaran pembangunan yang akan menjadi target pada 2027. Di antaranya, tingkat kemiskinan ditargetkan berada di kisaran 6-6,5 persen, sementara kemiskinan ekstrem ditargetkan 0-0,5 persen.
Untuk pemerataan pendapatan, rasio gini ditargetkan berada di kisaran 0,360-0,365. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada di kisaran 4,30-4,87 persen.
Baca juga: Banggar DPR Cecar Purbaya Soal Banyak Kesalahan Data dalam Dokumen RAPBN 2027
Pemerintah juga menargetkan Indeks Modal Manusia sebesar 0,575 dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 76,84. Di sektor pertanian dan kelautan, Nilai Tukar Petani (NTP) ditargetkan berada di kisaran 125-128, sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) berada di kisaran 106-110.
Adapun penciptaan lapangan kerja baru ditargetkan mencapai 2,57 juta hingga 3,49 juta orang pada 2027. Sementara itu, GNI per kapita ditargetkan mencapai sekitar 5.800-5.840 dolar AS atau setara Rp98,54 juta-Rp99,22 juta.
Berikut sejumlah asumsi makro RAPBN 2027 yang telah disepakati DPR dan pemerintah:
Sasaran pembangunan tahun 2027: