Jari Pelajar di Kediri Bengkak Gara-gara Cincin, Damkar Lakukan Penyelamatan dengan Mini Grinder
Eko Darmoko September 02, 2026 04:45 PM

Laporan Isya Anshori

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN KEDIRI - Seorang pelajar SMAN 1 Papar, Kabupaten Kediri, bernama Alifian (17) meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) setelah cincin yang dikenakannya sulit dilepas dari jari.

Jari pelajar tersebut mengalami pembengkakan hingga membuat cincin semakin sulit dilepaskan.

Kondisi itu membuatnya mendatangi Kantor Damkar Pos Pare pada Selasa (1/9/2026) sore.

Petugas kemudian melakukan evakuasi cincin untuk mencegah kondisi jari semakin tidak nyaman.

Proses pelepasan dilakukan secara hati-hati sesuai prosedur operasional standar.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, pelajar tersebut datang ke Pos Damkar Pare untuk meminta pertolongan karena cincin yang dikenakannya sudah tidak dapat dilepas akibat jari yang membengkak.

"Yang bersangkutan datang ke Pos Damkar Pare untuk meminta bantuan melepas cincin karena jarinya sudah mengalami pembengkakan," kata Kaleb kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (2/9/2026) pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Iseng Memasukkan Jari Tengah ke Pipa Paralon, Pria di Kediri Kena Musibah hingga Damkar Menolongnya

Petugas Damkar kemudian menggunakan mini grinder untuk memotong cincin tersebut.

Cara itu dipilih agar cincin dapat dilepaskan tanpa memberikan tekanan berlebihan pada jari pelajar.

Proses evakuasi berlangsung singkat, yakni sekitar enam menit.

Petugas mulai melakukan penanganan pada pukul 15.57 WIB dan berhasil menyelesaikannya pada pukul 16.03 WIB.

"Proses evakuasi dilakukan dengan cara memotong cincin menggunakan mini grinder."

"Petugas melakukannya secara hati-hati agar jari yang mengalami pembengkakan tidak semakin mengalami cedera," jelasnya.

Setelah cincin berhasil dipotong, jari pelajar tersebut dapat terbebas dengan aman dan proses evakuasi berjalan lancar.

Kaleb menyebut, dalam kejadian tersebut pelajar mengalami luka ringan. Tidak ada korban yang mengalami luka berat maupun meninggal dunia.

"Evakuasi berhasil dilakukan dengan aman dan lancar sesuai SOP. Korban hanya mengalami luka ringan," ujarnya.

Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak memaksakan melepas cincin ketika jari sudah mengalami pembengkakan.

Jika cincin sulit dilepas dan kondisi jari semakin membesar, masyarakat dapat meminta bantuan petugas untuk mendapatkan penanganan yang aman.

"Evakuasi dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan korban selama proses pelepasan cincin," tandasnya.

Baca juga: Sapi di Lamongan Dievakuasi Damkar Setelah Terjebak dalam Empang Berlumpur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.