TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebakaran lahan masih terus melanda Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara.
Terbaru, Rabu 2 September 2026, titik api muncul di area belakang kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, Kelurahan Kairagi I, Kecamatan Mapanget.
Lokasi tersebut tak jauh dari Kantor Tribun Manado.
Terlihat asap dengan warna kecoklatan menyebar di udara sekitar Jalan AA Maramis.
Angin yang bertiup agak kencang membawa serta serpihan-serpihan sampah bekas kebakaran.
Tim Pemadam Kebakaran langsung tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah dihubungi Tribun Manado.
Begitu tiba, mereka langsung bersiaga di beberapa titik termasuk di kantor Tribun Manado.
Tim Damkar sampai harus meninjau lahan yang berada tepat di belakang kantor Tribun Manado, sebab dikhawatirkan api dapat menjalar hingga ke lokasi tersebut.
Petugas agak kesulitan untuk masuk lebih jauh ke dalam sumber api sebab akses jalan tak ada.
"Susah masuk tidak ada akses. Kita siaga di sini," ujar R Kilapong salah satu petugas yang ditemui wartawan Tribun Manado tak jauh dari lokasi.
Sementara itu, aktivitas karyawan Tribun Manado tetap berjalan seperti biasa.
Tren kasus kebakaran lahan dan alang-alang di Kota Manado, memang melonjak drastis dalam tiga bulan terakhir.
Keringnya vegetasi memicu kerentanan tinggi, yang kini mulai mengancam kawasan permukiman dan fasilitas umum.
Data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Manado mencatat, eskalasi kejadian melonjak hingga puluhan kali lipat sejak awal paruh kedua tahun ini.
Pada Juni 2026, otoritas setempat hanya menangani 3 peristiwa kebakaran lahan.
Namun, memasuki Juli, angka tersebut melesat menjadi 61 kasus, dan memuncak pada Agustus dengan total 182 insiden kebakaran.
"Grafik peristiwa terus merangkak naik secara signifikan. Untuk Agustus saja, petugas kami harus berjibaku meredam luapan api di 182 titik lahan kosong," ujar Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Manado, Jimmy Rotinsulu, Rabu (2/9/2026).
Kecamatan Mapanget menjadi episentrum kerawanan tertinggi dengan menyumbang 64 kejadian sepanjang Agustus.
Karakteristik wilayah yang masih memiliki bentang lahan terbuka luas disinyalir menjadi faktor pemicu utama.
Tekanan terhadap armada pemadam kebakaran kian berat karena rentetan kejadian ini memicu efek domino.
Selama Agustus, rambatan api dari lahan kering dilaporkan mulai mengonsumsi bangunan fisik.
Beberapa kasus menonjol di antaranya adalah hangusnya 4 unit rumah di seputaran kompleks Casa De Viola Grand Kawanua (19 Agustus), 3 unit rumah di Molas (29 Agustus), hingga gudang material kayu di area Kampus Politeknik Buha (31 Agustus).
Tingginya frekuensi kebakaran memaksa manajemen logistik dan personel Damkar Manado bekerja ekstra keras.
Tak sekadar mengamankan wilayah domestik, korps baju biru ini juga harus memperluas jangkauan operasi ke wilayah penyangga guna menahan laju api agar tidak masuk ke perbatasan kota.
Tercatat, personel Damkar Manado memberikan bantuan pemadaman luar wilayah sebanyak 3 kali di Minahasa Utara pada Juli.
Perbantuan ini meningkat pada Agustus dengan menangani 7 kasus kebakaran di Kabupaten Minahasa serta 2 kasus di Kabupaten Minahasa Utara.
Melihat anomali cuaca dan tingginya indeks kerawanan, Jimmy mengimbau masyarakat untuk mengubah perilaku abai di ruang terbuka.
Kecerobohan kecil seperti membuang puntung rokok yang menyala atau membersihkan lahan dengan metode pembakaran tanpa pengawasan inilah yang dapat memicu bencana yang lebih masif.
"Kondisi vegetasi saat ini sangat kering dan peka terhadap percikan api. Kebakaran alang-alang yang terlambat diantisipasi tidak hanya merusak ekosistem lahan, melainkan berpotensi besar merembet ke kawasan hunian padat penduduk," kata dia.
Berikut rincian persebaran kasus kebakaran lahan di wilayah Kota Manado sepanjang Agustus 2026:
Kecamatan Mapanget: 64 kejadian
Kecamatan Bunaken Darat: 22 kejadian
Kecamatan Malalayang: 19 kejadian
Kecamatan Paal Dua: 16 kejadian
Kecamatan Wanea: 15 kejadian
Kecamatan Singkil: 14 kejadian
Kecamatan Tikala: 13 kejadian
Kecamatan Tuminting: 6 kejadian
Kecamatan Wenang: 3 kejadian
Kecamatan Sario: 1 kejadian
(TribunManado.co.id/Art/Riz)