Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali mendapat kepercayaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk menyelenggarakan Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026, khususnya dalam mendukung penguatan sumber daya manusia sektor kelapa sawit.
Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PNL dan BPDP yang berlangsung di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Kali ini menjadi tahun kedua bagi PNL dalam mengambil bagian sebagai perguruan tinggi penyelenggara Program Beasiswa SDM Perkebunan.
Sebanyak 120 mahasiswa akan mengikuti pendidikan di PNL melalui program beasiswa tersebut, dengan bidang keilmuan yang memiliki relevansi dengan kebutuhan kompetensi dan perkembangan industri kelapa sawit.
Rinciannya, 30 mahasiswa Program Sarjana Terapan Teknik Informatika, 30 mahasiswa Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri, dan 60 mahasiswa Program Diploma Tiga Teknologi Kimia.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Assoc Prof Dr Ir Rizal Syahyadi, ST MEng Sc IPM ASEAN Eng APEC Eng, dan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrachman.
Direktur PNL, Assoc Prof Dr Ir Rizal Syahyadi, mengatakan kepercayaan yang kembali diberikan BPDP merupakan sebuah amanah sekaligus bentuk pengakuan terhadap kapasitas PNL dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri, khususnya sektor kelapa sawit.
Menurutnya, penyelenggaraan program beasiswa tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, keterampilan praktis, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja di industri kelapa sawit.
“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus kami jaga dengan memberikan layanan pendidikan terbaik kepada para penerima beasiswa. PNL berkomitmen memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik, relevan dengan kebutuhan sektor kelapa sawit, dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
Baca juga: Prodi Akuntansi Sektor Publik Kampus PNL Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
Ia menambahkan, tiga program pendidikan yang dipercayakan kepada PNL memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan penguatan kompetensi di era transformasi industri kelapa sawit.
Teknik Informatika diarahkan untuk mendukung kebutuhan digitalisasi dan pemanfaatan teknologi informasi, sementara Teknologi Rekayasa Kimia Industri dan Teknologi Kimia memiliki relevansi dengan proses pengolahan, pengendalian mutu, efisiensi produksi, serta pengembangan industri hilir kelapa sawit.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama PNL, H Muhammad Arifai SE MAcc Ak CA CPTT CIFRS Ch GFM yang turut mendampingi Direktur PNL dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa kerja sama dengan BPDP merupakan bagian dari penguatan jejaring kelembagaan sekaligus kontribusi PNL dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia untuk sektor kelapa sawit.
“Kolaborasi ini tidak hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga tentang bagaimana perguruan tinggi vokasi mengambil peran dalam menyiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan industri kelapa sawit dan pembangunan nasional,” ujarnya.
Melalui Program Beasiswa SDM Perkebunan 2026, PNL kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pada keterhubungan dengan dunia industri dan kebutuhan pembangunan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia industri kelapa sawit.
Dari Lhokseumawe untuk Indonesia, PNL terus membangun kepercayaan melalui pendidikan vokasi yang relevan, kolaboratif, dan berdampak, dalam menyiapkan SDM hari ini untuk menjawab kebutuhan industri kelapa sawit masa depan.(*)