Bisnis Jempolan Manchester City, The Citizens Efektif Cari Duit untuk Pemain Anyar
Arif Tio Buqi Abdulah September 02, 2026 03:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Manchester City menggebrak bursa transfer secara telaten musim ini dengan misi membangun ulang lini tengah mereka.

Pola berbeda diusung Manchester City dalam melakukan penguatan skuad untuk musim ini.

The Citizens memang jor-joran, terkhusus untuk membangun ulang lini tengah mereka.

Namun mereka melakukan itu dengan cara yang sangat layak mendapatkan pujian.

Mereka bisa menjalankan skema bisnis yang bagus yang membuat mereka bisa lebih sustained atau tahan uji.

Manchester City mendapatkan sebagian sumber dana mereka dari hasil penjualan beberapa pemain mereka.

Klub dengan warna khas biru muda ini kurang lebih melepas secara permanen 12 pemainnya ke tim lain.

Di antara itu semua, ada 6 pemain yang punya banderol di atas 10 juta Poundsterling.

Hal yang lebih hebat lagi, 4 dari 12 pemain tersebut dibanderol di atas harga 50 juta Poundsterling.

Baca juga: Daftar Skuad Termahal Liga Inggris 2026/2027: Manchester City Paling Mewah, Arsenal Ungguli Chelsea

Pemain sayap, Savinho, menjadi pundi keuangan terbesar klub kali ini.

Mereka sukses menjual Savinho ke Tottenham Hotspur dengan harga 85 juta Poundsterling (sudah termasuk add-ons 10 juta Poundsterling).

Padahal rekor bermain Savinho bersama Manchester City bisa dibilang tak terlalu baik.

Ia hanya mentas sebanyak 84 kali bersama Manchester City selama dua musim dirinya di sana.

Mayoritas penampilannya pun sebagai pemain pengganti yang masuk di babak kedua.

Meski demikian, Man City bisa meyakinkan Tottenham Hotspur bahwa harga yang pantas bagi Savinho adalah kurang lebih 85 juta Poundsterling.

Penjualan terbesar The Citizens terbesar yang kedua adalah melego Rodri ke Barcelona.

Mereka membiarkan Rodri mewujudkan mimpi bermain bagi Barcelona dengan mahar 65 juta Poundsterling.

Peraih satu gelar Ballon d'Or itu padahal sudah memasuki usia 30 tahun saat hengkang ke Barcelona.

Namun itu tak memberikan pengaruh bagi Man City memberikan cap harga mahal baginya.

Bahkan City berani menolak tawaran Barca yang sempat memberikan uang di bawah banderol tersebut.

Hal yang tak kalah mengejutkan adalah keberhasilan Manchester City 'membuang' dua pemain tengah yang gagal bersinar bagi mereka sejak didatangkan.

Kedua pemain yang dimaksud adalah Nico Gonzalez dan Tijjani Reijnders.

Nico Gonzalez yang kesulitan menembus tim utama Manchester City berhasil dilego seharga 52 juta Poundsterling.

Tim pembelinya pun sama-sama pesaing di Liga Inggris, yaitu Newcastle United.

Sementara Tijjani Reijnders, Man City menemukan pangsa yang berani menawarkan 52 juta Poundsterling untuk pemain asal Belanda tersebut.

Pada akhirnya, dana sekitar 320 juta Poundsterling berhasil dikumpulkan dari penjualan 7 pemain di tim utama.

Dana tersebut dikembalikan lagi untuk membangun lini tengah dengan datangnya Enzo Fernandez, Elliot Anderson, dan Ayyoub Bouaddi.

Ketiga pemain itu datang ke Etihad Stadium dengan total banderol senilai 325 juta Poundsterling.

Hal tersebut berarti Manchester City hanya perlu membayar 5 juta Poundsterling dibandingkan dengan transfer keluar mereka.

Tentu saja hal itu menjadi bisnis luar biasa yang sulit ditiru tim lain.

Manchester City, pada saat yang sama, memastikan skuad mereka tetap kompetitif sembari mendapatkan nilai transfer yang sangat layak bagi pemain mereka.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.