TRIBUNSTYLE.COM - Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali berada di titik genting. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah kedua pihak terlibat aksi saling serang yang turut berdampak pada wilayah Yordania.
Serangkaian serangan tersebut melibatkan rudal dan drone, sementara masing-masing pihak memberikan klaim berbeda mengenai dampak serangan yang terjadi, seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Tribun Video.
Pada Selasa (1/9), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
Teheran mengklaim serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar di pangkalan yang disebut sebagai Pangkalan Titin. Klaim tersebut disampaikan sebagai bagian dari respons Iran terhadap serangan militer Amerika Serikat sebelumnya.
Namun, klaim mengenai banyaknya korban jiwa itu langsung dibantah oleh pihak Amerika Serikat.
Dua pejabat AS menyatakan tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan Iran tersebut. Perbedaan klaim ini membuat situasi di kawasan semakin sulit dipastikan, terutama terkait dampak sebenarnya dari serangan terhadap fasilitas militer AS.
Baca juga: AS-Iran Terlibat Eskalasi Militer, Kedubes AS Peringatkan Warganya Untuk Bersiap Evakuasi Darurat
Di tengah eskalasi tersebut, militer Yordania turut mengambil langkah pertahanan untuk mengantisipasi serangan yang masuk ke wilayahnya.
Militer Yordania menyatakan berhasil mencegat 10 dari total 13 rudal yang ditembakkan Iran. Sementara itu, tiga proyektil lainnya dilaporkan jatuh di wilayah terpencil.
Ketiga proyektil tersebut disebut tidak menimbulkan dampak signifikan. Keberhasilan intersepsi itu menjadi bagian penting dalam upaya Yordania mencegah serangan meluas dan menimbulkan korban di wilayahnya.
Baca juga: Trump Keluarkan Peringatan Keras soal Nuklir Iran: Israel Bisa Hancur, AS & Eropa Target Selanjutnya
Serangan Iran tersebut disebut tidak terjadi tanpa latar belakang. Aksi itu merupakan respons terhadap serangan militer Amerika Serikat yang sebelumnya menghantam wilayah Iran pada hari yang sama.
Serangan AS tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk anak-anak, serta menyebabkan sekitar 50 warga lainnya mengalami luka-luka.
Salah satu lokasi yang terdampak disebut berada di Kota Kuhestak. Serangan tersebut dilaporkan menghantam sebuah rumah yang tengah menggelar pesta pernikahan.
Situasi ini semakin memperlihatkan meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Keterlibatan wilayah Yordania dalam rangkaian serangan juga menambah kekhawatiran bahwa ketegangan dapat meluas dan berdampak lebih besar terhadap stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. (TribunStyle.com)