Ditolak Induknya, Bayi Monyet Yuji Ditemani Boneka Anjing
TRIBUNSTYLE.COM — Dikutip TribunStyle.com dari AsiaOne.com pada Rabu 2 September 2026, seekor bayi monyet patas bernama Yuji menjadi perhatian publik setelah harus menjalani perawatan khusus di Kebun Binatang Guadalajara, Meksiko. Monyet yang baru berusia enam minggu itu menghabiskan sebagian besar waktunya bersama boneka anjing yang digunakan sebagai pengganti induknya.
Yuji memiliki berat sekitar 673 gram. Ia harus mendapat perawatan dari tim dokter hewan dan ahli biologi setelah induknya, Kamaria, tidak mampu membangun ikatan keibuan dan merawatnya dengan baik.
Boneka anjing yang selalu dipeluk Yuji bukan sekadar mainan. Bagi tim perawat, benda tersebut menjadi sumber kenyamanan dan rasa aman bagi bayi monyet tersebut selama menjalani perawatan.
Yuji lahir pada 3 Maret 2026. Hanya beberapa jam setelah melahirkan, Kamaria menunjukkan perilaku yang tidak biasa dan kesulitan menggendong anak pertamanya.
Kondisi tersebut membuat Yuji tidak dapat berpegangan dengan baik pada tubuh induknya. Setelah menyadari adanya masalah, penjaga kebun binatang memutuskan untuk memisahkan keduanya.
Saat itu, berat Yuji hanya sekitar 443 gram. Ia kemudian segera ditempatkan di inkubator di Pusat Komprehensif Kedokteran dan Kesejahteraan Hewan Kebun Binatang Guadalajara atau CIMBA untuk membantu menjaga suhu tubuh dan kondisinya.
Sejak saat itu, Yuji menjalani proses pengasuhan dengan bantuan manusia, sebuah metode yang digunakan untuk merawat bayi hewan yang membutuhkan perhatian khusus.
Baca juga: Dua Monyet Berkeliaran di Bandara Changi, Staf Sampai “Mengantar” ke Pintu Keluar
Selama beberapa minggu pertama, Yuji mendapat pengawasan selama 24 jam dan diberikan susu formula yang telah diperkaya.
Para perawat juga memberinya boneka binatang sebagai teman. Dokter hewan Iván Reynoso Ruiz menjelaskan bahwa boneka tersebut berfungsi seperti pengganti induk dan memberikan rasa aman kepada Yuji.
Untuk menjaga kebersihan, staf secara bergantian memberikan tiga boneka kepada Yuji, yaitu boneka anjing, beruang, dan monyet. Dengan begitu, selalu ada boneka bersih yang dapat menemani bayi monyet tersebut.
Kandang Yuji juga dilengkapi tempat tidur gantung kecil dan tali untuk membantu merangsang perkembangan fisiknya.
Seiring pertumbuhannya, jadwal makan Yuji turut disesuaikan. Saat ini, ia mendapatkan empat kali pemberian susu dalam sehari, dengan botol pertama diberikan sekitar pukul 07.00.
Baca juga: Monyet Peliharaan Lepas Bikin Geger Warga Tarumajaya Bekasi, Tiga Anak Diserang hingga Terluka
Belum diketahui kapan Yuji akan dipindahkan ke habitat bersama monyet patas lainnya.
Di Kebun Binatang Guadalajara, terdapat 12 monyet patas dewasa dan tiga bayi monyet lainnya. Namun, Yuji baru akan diperkenalkan kepada kelompok tersebut setelah kondisinya cukup siap.
Menurut Reynoso Ruiz, salah satu tanda kesiapan Yuji adalah ketika ia sudah tidak hanya mengonsumsi susu dan mulai mampu memakan makanan seperti buah serta sayuran.
Proses tersebut diperkirakan dapat terjadi ketika Yuji berusia sekitar enam bulan.
Kisah Yuji mengingatkan publik pada Punch, seekor monyet makaka Jepang yang sebelumnya juga menjadi viral karena tumbuh dengan memeluk boneka setelah ditolak oleh induknya.
Namun, beberapa aktivis hak-hak hewan mengkritik praktik pengasuhan buatan yang dilakukan di kebun binatang.
Aktivis hak hewan Diana Valencia berpendapat bahwa habitat alami tetap tidak dapat digantikan. Menurutnya, hewan seharusnya memiliki kesempatan untuk hidup dan berkembang di lingkungan yang sesuai dengan habitat alaminya.
Di sisi lain, pakar primata dari Kebun Binatang Guadalajara menilai intervensi manusia dalam kasus seperti Yuji diperlukan untuk menyelamatkan nyawanya.
Menurut mereka, tanpa perawatan khusus dan campur tangan manusia, Yuji kemungkinan besar tidak akan mampu bertahan hidup. Perawatan tersebut dinilai sebagai kesempatan kedua bagi bayi monyet itu untuk tumbuh dan berkembang. ( TribunStyle.com | Clairinne Athanafia )