Ingin akun Instagram lebih berkembang? Coba 5 strategi ini, mulai dari triple hook carousel hingga mengubah Reel terbaik menjadi konten baru!
TRIBUNSTYLE.COM – Mengembangkan akun Instagram tidak selalu cukup hanya dengan rutin mengunggah konten.
Cara membuat konten, memilih format, hingga memanfaatkan fitur yang tersedia di Instagram juga dapat menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan akun.
Ada sejumlah taktik yang dapat dicoba kreator untuk meningkatkan peluang konten dilihat lebih banyak orang. Mulai dari membuat tiga slide pertama carousel memiliki hook yang kuat, memanfaatkan Trial Reel untuk menjangkau non-followers, hingga membangun narasi yang membuat audiens penasaran untuk kembali ke profil.
Dikutip TribunStyle.com pada Rabu 2 September 2026, berikut lima tips Instagram yang dapat dicoba untuk membantu mengembangkan akun.
Saat melihat carousel di beranda Instagram, pengguna terkadang dapat menemukan unggahan yang sama muncul kembali dengan slide berbeda.
Strategi ini dapat dimanfaatkan dengan membuat tiga slide pertama memiliki daya tarik masing-masing.
Jangan hanya menjadikan slide pertama sebagai satu-satunya bagian yang menarik perhatian.
Setiap dari tiga slide awal sebaiknya tetap memiliki konteks yang cukup sehingga audiens dapat langsung memahami topik meskipun unggahan tersebut muncul dengan slide kedua atau ketiga.
Selain konteks, gunakan curiosity gap untuk membuat audiens penasaran dan terdorong menggeser ke slide berikutnya.
Pastikan pula setiap slide memiliki hook yang kuat.
Dengan begitu, ketika carousel muncul kembali di beranda pengguna dengan slide berbeda, unggahan tersebut tetap memiliki peluang untuk menarik perhatian.
Mencari ide konten terkadang membutuhkan waktu, terutama ketika kreator ingin membuat konten yang benar-benar sesuai dengan audiensnya.
Penggunaan alat AI khusus Instagram dapat membantu proses tersebut dengan memanfaatkan data dari akun.
Salah satu alat yang dibahas dalam video adalah Stanley, yang terhubung dengan profil Instagram melalui API resmi.
Alat tersebut dapat membaca postingan, pola engagement, serta performa konten untuk memberikan rekomendasi yang lebih sesuai dengan akun dan audiens.
Dalam video tersebut, Stanley digunakan untuk menghasilkan sejumlah ide Reel berdasarkan postingan yang memiliki performa terbaik.
Ide yang diberikan juga dapat dilengkapi alasan kesesuaiannya dengan audiens, pemicu psikologis, format konten, hook, hingga call to action.
Dengan demikian, data performa konten dapat digunakan sebagai bahan untuk menentukan ide unggahan berikutnya.
Instagram memiliki fitur Trial Reel yang memungkinkan kreator menguji performa Reel kepada orang-orang yang belum mengikuti akun.
Fitur ini dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk menguji konten, tetapi juga sebagai salah satu cara menjangkau calon pengikut baru.
Untuk membuat Trial Reel yang menarik, kreator dapat membuat video berdurasi sekitar 30 hingga 60 detik.
Pada bagian awal, sebutkan secara langsung siapa target audiens yang ingin dituju.
Setelah itu, angkat satu atau dua masalah yang kemungkinan sedang mereka hadapi.
Di akhir video, berikan call to action yang mengajak audiens mengikuti akun untuk mendapatkan konten lain yang relevan.
Kreator juga dapat membuat beberapa versi Trial Reel dengan hook, teks, atau sudut pandang berbeda.
Hasil performanya kemudian dapat digunakan untuk mengetahui pendekatan mana yang paling menarik bagi audiens baru.
Konten di Instagram tidak harus berdiri sendiri.
Kreator dapat membangun sebuah cerita yang terus berkembang di balik berbagai unggahan sehingga audiens memiliki alasan untuk kembali mengunjungi profil.
Strategi ini disebut sebagai running narrative.
Misalnya, kreator kebugaran dapat membagikan perjalanan mempersiapkan diri untuk mengikuti maraton.
Contoh lainnya adalah seseorang yang membagikan perjalanan kehamilan hingga menjadi orang tua baru.
Audiens kemudian memiliki rasa penasaran terhadap perkembangan cerita tersebut.
Konsep ini berbeda dengan sekadar membuat konten berseri yang diberi label episode satu, dua, dan seterusnya.
Running narrative lebih menekankan adanya cerita besar yang terus berkembang dan menjadi bagian dari berbagai konten.
Kreator dapat mencari cerita atau perjalanan yang sedang berlangsung dalam kehidupannya untuk dijadikan narasi utama dalam konten Instagram.
Ketika sebuah Reel memiliki performa yang bagus, konten tersebut tidak harus berhenti setelah video selesai ditonton.
Kreator dapat mengolah kembali isi Reel menjadi format carousel.
Strategi ini memanfaatkan topik yang sebelumnya sudah terbukti menarik perhatian audiens.
Isi Reel dapat dipecah menjadi beberapa slide dengan informasi yang lebih ringkas dan mudah dibaca.
Strategi tersebut juga dapat dikombinasikan dengan teknik triple hook.
Dengan menggunakan topik yang sudah terbukti berhasil melalui Reel, kreator memiliki dasar untuk mengembangkan konten tersebut ke format lain.
Konten lama pun dapat kembali dimanfaatkan tanpa harus selalu mencari topik baru dari awal.
Dengan menggabungkan berbagai strategi tersebut, kreator dapat mengembangkan konten berdasarkan apa yang sudah terbukti menarik bagi audiens. ( TribunStyle.com | Nindya Safa )