TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang perempuan yang jasadnya ditemukan terbungkus kardus di Jalan Terusan Suryani–Soekarno Hatta, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026).
Tersangka diamankan saat dalam perjalanan menuju Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan penangkapan dilakukan kurang dari enam jam setelah jasad korban ditemukan.
"Alhamdulillah, tersangka dapat kami amankan kurang dari 6 jam saat perjalanan menuju Kota Palembang," ujar Dedi Supriyadi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (1/9/2026) malam.
Dedi mengatakan korban telah diidentifikasi sebagai SM (41), perempuan asal Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung.
Tersangka selanjutnya menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung. Polisi masih mendalami motif dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Untuk motif pastinya, akan kami sampaikan segera setelah pemeriksaan intensif terhadap pelaku selesai dilakukan," tegasnya.
Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat melalui Call Center 110. Warga sebelumnya melihat seorang pria membawa kardus berukuran besar dan menurunkannya di sekitar Jalan Terusan Suryani.
Saksi di lokasi, Mukhtar (45), mengatakan dirinya sempat melihat pria tersebut sebelum meninggalkan lokasi. Kecurigaan warga muncul setelah bagian tangan korban terlihat dari balik kardus.
Petugas Polsek Babakan Ciparay bersama Tim Inafis Polrestabes Bandung kemudian mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan mengevakuasi jasad korban ke RS Sartika Asih untuk menjalani autopsi.
Selain menangkap tersangka, penyidik memeriksa sejumlah saksi dan mendatangi tempat indekos yang ditempati tersangka di wilayah Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, untuk mencari barang bukti dan informasi terkait kasus tersebut.
Seorang sopir layanan pengiriman, Tegar, mengatakan dirinya mendapat pesanan mengangkut sebuah kardus berukuran besar dari wilayah Dunguscariang, Andir, menuju kawasan Caringin, Kopo, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026).
Menurut Tegar, dirinya mulai merasa curiga ketika membantu mengangkat kardus tersebut ke mobil pikap.
"Saya katakan ke si pelaku, a ini berat. Lalu, si pelaku justru meminta tolong bantu angkat. Saya juga katakan lagi, itu kan ada troli, jadi dorong saja dan dekatkan ke mobil"
"Dia pun akhirnya membawa bungkusan itu pakai troli dekat dengan mobil dan saya pun sempat bantu naikkan bungkusan itu, namun saya baru merasa curiga karena tercium bau tak enak," katanya, Selasa (1/9/2026) malam di Mapolrestabes Bandung.
Tegar mengatakan bau tidak sedap tetap tercium selama perjalanan dari Dunguscariang menuju Jalan Soekarno Hatta. Ia kemudian beberapa kali menanyakan isi kardus kepada penumpang.
"Dia (pelaku) selalu menjawab dalam bungkusan itu besi dan baju-baju. Saya masih curiga dan terus menanyakan ke dia bahkan saya sampai meminta dia buka bungkusan itu. Tapi, dia ketakutan dan menolaknya," ucapnya.
Karena kecurigaan tersebut, Tegar kemudian membelokkan kendaraan menuju Jalan Terusan Suryani sebelum mendekati lampu lalu lintas Pasir Koja.
"Saya pun coba minta dia turun sebelum lampu merah Pasir Koja karena jalannya juga agak padat."
"Saya belokkan mobil ke Jalan Terusan Suryani, karena melihat banyak orang dan saya di sana teriak-teriak ke pelaku untuk turunkan dus besar itu. Sedangkan saya duduk bareng warga saja," katanya.
Menurut Tegar, tersangka kemudian menurunkan kardus tersebut seorang diri. Tegar menjauhkan kendaraannya dari lokasi dan meminta bantuan petugas keamanan di sekitar tempat kejadian.
"Saya katakan ke satpam, pak tolong hubungi polisi, sepertinya orang itu membawa mayat. Si pelaku sempat mengelak bukan dia pelakunya."
"Saya pun kembali lagi ke wilayah Halte (Dunguscariang) dan katakan ke orang-orang di sana, kalau orang yang tadi membawa dus besar itu membawa mayat," ujarnya
Tegar mengatakan dirinya semakin curiga karena bau yang berasal dari kardus cukup menyengat selama perjalanan.
"Si pelaku memesan itu inginnya diantar ke wilayah Kopo, Caringin. Tapi, saya merasa curiga terus karena bau yang menyengat sekali hingga memaksa si pelaku turunkan barang itu," katanya.
Sebelum kardus tersebut dibawa menggunakan mobil pikap, tersangka diketahui meminta bantuan sejumlah tetangga di tempat kosnya di Dunguscariang.
Daniel, salah seorang tetangga, mengatakan dirinya telah tinggal di lokasi tersebut selama sekitar dua tahun. Menurut dia, tersangka sudah lebih dahulu tinggal di tempat tersebut dan dikenal jarang berkomunikasi dengan warga.
"Terduga pelaku sudah ada ketika saya masuk. Sosok terduga sih memang orangnya jarang berkomunikasi. Kalau bertemu pun sebatas tegur sapa saja," katanya.
Daniel mengatakan sekitar pukul 09.30 WIB, tersangka mengetuk pintu kamarnya dan meminta bantuan untuk mengangkat barang.
"(Terduga) bilang bisa minta tolong, angkatkan barang. Dan, saya katakan iya ayo. Ya saya pikir barangnya lemari atau apa begitu. Saat saya masuk ke kamarnya, terlihat dus besar dan diminta angkatkan ke depan jalan," katanya.
Menurut Daniel, kardus tersebut cukup berat sehingga ia meminta bantuan tetangga lain. Mereka kemudian membawa kardus dari kamar menuju bagian depan kos menggunakan troli.
"Wah berat dusnya. Saya katakan harus dibantu warga lain lagi. Akhirnya, saya panggil tetangga lain dan akhirnya bertiga diangkatnya ke bawah, dan sudah di bawah oleh terduga dibawa pakai troli sebelum akhirnya diangkut pakai mobil pikap," katanya.
Daniel mengaku sempat menanyakan isi kardus tersebut kepada tersangka.
"Dia jawabnya itu hanya besi dan pakaian-pakaian. Saya pun sempat bilang dipotong-potong saja bagi dua, eh si terduga bilang enggak bisa karena sudah dilakban. Saya pun menawarkan lakban di kosannya banyak, tapi terduga ini enggak mau," ujarnya.
Daniel juga mengatakan sempat mencium bau tidak sedap ketika mengangkat kardus. Saat polisi melakukan olah TKP, menurut dia, bau tersebut kembali tercium di sekitar area kos.
Sementara itu, Ari, penjaga warung di sekitar tempat kos, mengatakan tersangka jarang berinteraksi dengan warga.
"Ya sudah dua tahun lebih dia tinggal di sini. Tapi, kalau si perempuan saya enggak pernah lihat. Kalau terduga pelakunya suka berbelanja di sini. Pagi tadi pun saya melihat dia membawa dus besar dibantu tetangga kosnya dan kemudian dibawa pakai troli. Sempat ditanya juga oleh Linmas di depan tadi, tapi dia katakan itu paket untuk dibawa ke ekspedisi," katanya.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi untuk mengungkap motif serta rangkaian lengkap kasus pembunuhan tersebut.