KRONOLOGI Pemotor Honda CB 150R Tercebur Galian Drainase di Surabaya Barat
Titis Jati Permata September 02, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Proyek pembangunan drainase di Jalan Raya Satelit Utara, Tanjungsari, Sukomanunggal, Surabaya, kembali menjadi sorotan setelah seorang pengendara motor tercebur ke lubang galian pada Selasa (1/9/2026) petang.

Kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 18.26 WIB dan melibatkan pengendara Honda CB 150-R bernopol L-6112-ZM berinisial VNS (28), warga Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Korban mengalami luka pada bagian pelipis, bibir, dan telapak tangan.

Setelah mendapat pertolongan dari Tim Medis Pemkot Surabaya di lokasi, korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) untuk menjalani penanganan medis lanjutan.

Bukan Insiden Pertama di Lokasi Proyek

Kecelakaan tersebut ternyata bukan insiden pertama yang terjadi di sekitar proyek drainase tersebut.

Bambang, seorang satpam perumahan di sekitar lokasi, mengatakan pernah terjadi kecelakaan serupa pada Juni 2026. 

Baca juga: DPRD Surabaya Bongkar Celah Proyek Gorong-Gorong Maut, Pengamanan Wajib Setiap Meter

Saat itu, seorang remaja yang mengendarai Honda Beat juga tercebur ke lubang proyek gorong-gorong di ujung jalan sisi barat.

Motor korban bahkan sempat dalam posisi menancap di lubang. 

Sementara tubuh pengendaranya terpental, tetapi tidak sampai mengalami luka.

"Dulu pernah ada kejadian, masuk (gorong-gorong), untung orangnya enggak apa apa. Motor, saya keluarkan bisa. Iya (saat ada bongkar gorong-gorong)," kata Bambang saat ditemui Rabu (2/9/2026).

Bambang menduga insiden pada Juni lalu kemungkinan dipicu pengendara yang mengantuk atau kurang berhati-hati. 

Menurutnya, kondisi penerangan di ruas jalan tersebut sebenarnya cukup.

"Galian pertama. Untung saya keluarkan bisa dia, motor beat. Mungkin ngantuk bisa juga. Kalau mabuk, kayaknya enggak, karena masih bisa saya ajak ngomong. Kalau penerangan, cukup, di sini terang kok," ujarnya.

Kondisi Jalan Menyempit karena Proyek

Pantauan SURYA.co.id di lokasi pada Rabu sekitar pukul 10.55 WIB menunjukkan proyek drainase berada di sisi kiri jalan menuju arah barat dengan panjang sekitar 200 meter.

Lebar jalan yang hanya sekitar lima meter menjadi semakin sempit karena sebagian badan jalan digunakan untuk pengerjaan proyek.

Kondisi tersebut membuat kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan. 

Pasir kering berwarna abu-abu juga terlihat berserakan di sepanjang ruas jalan sehingga debu beterbangan ketika kendaraan melintas.

Area galian dibatasi lebih dari 15 lembar dinding pembatas berbahan seng. 

Sebagian besar pembatas masih berwarna silver, bukan kuning seperti warna yang lazim digunakan sebagai penanda insidental area pekerjaan jalan.

Meski demikian, terdapat lampu LED berbentuk selang panjang yang terpasang di sepanjang pembatas. 

Lampu tersebut terhubung dengan sumber listrik dan diperkirakan digunakan sebagai penerangan atau penanda saat malam.

Di ujung timur area proyek juga terdapat papan informasi berlatar kuning bertuliskan, "Maaf Perjalanan Anda Terganggu, Ada Perbaikan Saluran."

Lubang yang Jadi Lokasi Kecelakaan Sudah Ditutup

Saat SURYA.co.id melakukan pantauan, lubang yang diduga menjadi lokasi pemotor terperosok sudah tidak terlihat.

Bagian tersebut tampak telah ditutup menggunakan urukan tanah berwarna cokelat.

Kondisi itu berbeda dengan dokumentasi video amatir yang sebelumnya diunggah melalui Instagram Stories akun @siagakota.surabaya.

Dalam video tersebut, lubang galian masih tampak terbuka. 

Pembatas di sekitar area yang berlubang juga terlihat hanya terdiri dari dua papan yang dipasang dengan jarak cukup renggang.

Pada bagian dasar lubang terlihat material seng pembatas berwarna silver. 

Material tersebut diduga ikut ambruk ke dalam galian ketika pemotor terperosok.

Polisi Pastikan Kecelakaan Tunggal

Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya Kompol Muhammad Akhyar membenarkan adanya kecelakaan tunggal di ruas jalan tersebut pada Selasa petang.

Menurutnya, korban hanya mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis di lokasi.

"Kemarin ada personel Bhabinkamtibmas kami yang langsung mengecek di lokasi, setelah ada laporan. Ternyata memang benar ada kecelakaan, pemotor di lokasi tersebut. Sudah ditangani tim medis," ujar Akhyar, Rabu (2/9/2026).

Untuk penanganan perkara kecelakaan, penyelidikan dilakukan Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya.

Akhyar juga menyebut pihak pelaksana proyek dikabarkan ikut bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan korban.

"Yang kedua, pihak proyek tanggung jawab untuk pengobatan. Cuma gitu aja (informasi yang berhasil dihimpun personelnya). (Kondisi korban) Iya cuma luka-luka aja, korbannya," katanya.

Satpam Sebut Malam Hari Lebih Sepi

Yasir, satpam di kawasan permukiman lain di sekitar lokasi, mengaku menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut.

Menurutnya, kecelakaan terjadi sekitar waktu Magrib dan hanya melibatkan satu pengendara.

Ia mengatakan ruas jalan tersebut relatif jarang terjadi kecelakaan. Pada sore hari, arus kendaraan justru cenderung padat sehingga pengendara memperlambat laju kendaraan.

Kondisi berbeda terjadi pada malam hari. Arus lalu lintas lebih lengang dan beberapa pengendara terkadang memacu kendaraan lebih kencang.

"Kendaraan di sini jarang kencang. Kalau enggak ada proyek gorong-gorong ya kenceng. Semenjak proyek, enggak kenceng. Biasanya malam mas," ujar Yasir.

Menurutnya, berbagai faktor masih mungkin menjadi penyebab kecelakaan pemotor yang tercebur ke galian tersebut.

"Enggak terlalu sering kejadian kecelakaan di sini. Tapi memang kemarin agak parah, kok sampai jungkel di sana," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.