SURYA.co.id, SURABAYA - Kekayaan kuliner Jawa Timur kini menjadi identitas baru yang diusung Kafe Bromo, restoran legendaris di Sheraton Surabaya Hotel & Towers.
Restoran tersebut memperkenalkan konsep “The Soul of East Java”, transformasi yang menempatkan cita rasa, tradisi, dan warisan budaya Jawa Timur sebagai bagian utama dari pengalaman bersantap.
Melalui konsep ini, Kafe Bromo memadukan resep tradisional dengan teknik modern, bahan berkualitas, serta standar pelayanan hotel internasional.
Baca juga: Kuliner Nusantara Chef Vindex Tengker di Surabaya, Ada Konro Hingga Laksa
Sheraton Surabaya Hotel & Towers berlokasi di pusat kota Surabaya, tepatnya di Jl. Embong Malang No.25-31, Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur 60261.
Hotel bintang lima ini sangat terkenal karena memiliki akses dalam ruangan langsung (private access) ke Tunjungan Plaza Mall, salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan paling ikonik di Surabaya.
Sekitar 55 menu disiapkan untuk merepresentasikan keragaman kuliner Jawa Timur.
Jumlah tersebut menjadi bagian dari konsep “lima dimensi cita rasa dan lima ekspresi warisan kuliner”, yang menggambarkan keberagaman rasa, tradisi, teknik, bahan, dan cerita di balik kuliner khas Jawa Timur.
Sejumlah menu signature yang ditawarkan antara lain Rujak Cingur, Pecel Madiun, Rawon Surabaya, Ayam Lodho Trenggalek, Bebek Madura, hingga jajanan tradisional seperti Wingko Brulee.
Reza Aryawarman, Multi-Property General Manager Sheraton Surabaya Hotel & Towers, mengatakan perubahan identitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kafe Bromo dalam memperkuat karakter sebagai destinasi kuliner yang merepresentasikan Jawa Timur.
“Selama lebih dari tiga dekade, Kafe Bromo telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. Hari ini kami membuka babak baru dengan identitas yang semakin mencerminkan karakter Jawa Timur, sekaligus memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang autentik, berkualitas, dan berstandar internasional,” ujar Reza, Selasa (1/8/2026).
Konsep “The Soul of East Java” juga mengajak tamu mengenal karakter kuliner dari lima kawasan budaya di Jawa Timur.
Kelima kawasan tersebut meliputi Mataraman, yang mencakup wilayah bagian barat seperti Kediri hingga Madiun; Arek, mulai Surabaya hingga Malang; Tapal Kuda, dari Pasuruan hingga Banyuwangi; kawasan Pesisir Pantura di bagian utara; serta Madura.
Dengan pendekatan tersebut, pengalaman bersantap di Kafe Bromo tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga memperkenalkan keragaman karakter budaya yang membentuk kuliner Jawa Timur.
Executive Chef Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Husain Shahab, mengatakan konsep yang diusung bukan sekadar mempertahankan resep tradisional.
Kafe Bromo mengembangkan interpretasi baru melalui teknik memasak modern dengan tetap mempertahankan karakter asli setiap hidangan.
“Di Kafe Bromo, kami menghadirkan konsep Elevated East Java Cuisine, menghormati resep-resep yang diwariskan secara turun-temurun, kemudian menyempurnakannya melalui teknik memasak modern, kualitas bahan terbaik, dan standar hotel internasional,” ujar Husain.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan membuat makanan khas Jawa Timur tetap memiliki karakter kuat, namun disajikan dalam pengalaman yang lebih elegan.
Salah satu menu yang menjadi gambaran konsep tersebut adalah Rujak Cingur.
Hidangan ikonik Jawa Timur itu tetap disiapkan menggunakan pendekatan tradisional, tetapi bahan yang digunakan dipilih dari pemasok lokal berkualitas.
Cingur sapi dimasak perlahan hingga menghasilkan tekstur lembut. Sementara sayuran, buah, lontong, tahu, dan tempe dipilih untuk menjaga kesegaran hidangan.
Bumbu petis sebagai elemen utama diracik menggunakan bahan pilihan dari pesisir Jawa Timur, kacang tanah, gula merah, cabai, bawang putih, serta pisang klutuk yang diulek hingga menghasilkan cita rasa kompleks.
“Kami menggunakan pendekatan tersebut sekaligus mendukung penggunaan produk dari petani, produsen, dan pemasok lokal Jawa Timur,” kata Husain.
Melalui semangat “The Soul of East Java”, Kafe Bromo berharap tamu tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk mengenal rasa, budaya, tradisi, dan cerita di balik kekayaan kuliner Jawa Timur.