Getarkan Hati Lewat Alunan Suara Azan, Pasutri Asal Sumut Mantap Memeluk Agama Islam di Aceh Barat
Muliadi Gani September 02, 2026 05:50 PM

 

PROHABA.CO, ACEH BARAT - Alunan suara azan yang berkumandang saban hari dari pengeras suara masjid di sekitar tempat tinggalnya perlahan-lahan mengetuk ketenangan jiwa Jefri Rahmat Lase.

Perasaan tentram yang membuncah setiap kali panggilan shalat itu bergema akhirnya memantapkan tekad Jefri dan sang istri, Elina Halawa, untuk mengambil keputusan paling mendasar dan bersejarah dalam perjalanan hidup mereka.

Pasangan suami istri (pasutri) asal Sumatera Utara tersebut secara resmi memeluk agama Islam setelah mengikrarkan atau mengucapkan dua kalimat syahadat di Meunasah Al-Bayan, Jurong IV Kita Asan, Gampong Ujongkalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa (1/9/2026) malam.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti seluruh sudut ruang meunasah saat prosesi pengikraran syahadat berlangsung.

Di bawah bimbingan pimpinan majelis keagamaan setempat, Tgk Suandi atau yang akrab disapa Abu Rangkileh, Jefri dan Elina mampu mengucapkan ikrar syahadat dengan sangat lancar dan sempurna.

Momen sakral ini disaksikan langsung oleh jajaran aparatur pemerintah gampong, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat, tokoh organisasi keagamaan, serta puluhan warga setempat.

Baca juga: Tim Tabur Kejati Aceh Tangkap 8 Buronan Sepanjang 2026, Masih Buru 43 DPO

Panggilan Murni dari Lubuk Hati

Usai mengikrarkan keislamannya, Jefri menegaskan bahwa langkah besarnya bersama sang istri untuk menjadi seorang muslim murni bersumber dari panggilan jiwa.

Ia mengklarifikasi bahwa tidak ada paksaan, bujukan, maupun tekanan dari pihak mana pun dalam proses mualaf ini.

"Tidak ada yang mempengaruhi kami.

Alasan utama kami memeluk agama Islam karena hati kami merasa tersentuh dan damai setiap kali mendengar alunan azan," ungkap Jefri dengan mata berkaca-kaca.

Pria yang berasal dari Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara ini menceritakan bahwa benih-benih hidayah itu makin menguat sejak ia dan istrinya yang berasal dari Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara menetap di kawasan Alue Bili.

Kebetulan, letak kediaman yang mereka tempati tidak jauh dari bangunan masjid, sehingga kumandang azan lima waktu menjadi konsumsi spiritual harian mereka.

"Dari rutin mendengar azan itulah kami merasa terpanggil.

Perasaan itu terus menguat hingga akhirnya kami berdua mantap berdiskusi dan bersepakat untuk memeluk agama Islam," tambah Jefri.

Pemerintah Gampong dan Kemenag Siap Dampingi Pembenahan Administrasi hingga Bimbingan Akidah

Keputusan berani pasangan ini mendapat sambutan yang hangat dari seluruh elemen masyarakat Gampong Ujongkalak.

Baca juga: Polres Aceh Barat Gagalkan Peredaran 774,9 Gram Sabu, Seorang Pemuda Ditangkap

Ketua Tuha Peut Gampong Ujongkalak, H. Saiful Tawari, menyampaikan komitmen penuh pihaknya untuk memfasilitasi dan mengayomi kehidupan baru Jefri dan Elina.

Saiful menekankan bahwa siapa saja yang berniat memeluk agama Islam atas dasar kesadaran dan keikhlasan pribadi wajib dibantu dan dipermudah, terutama terkait urusan kelengkapan administrasi kependudukan maupun kebutuhan hidup mendasar.

"Siapa pun warga yang berkeinginan masuk Islam atas niat pribadi harus kita permudah jalannya, baik dari segi penataan administrasi maupun bantuan sosial keagamaan.

Pemerintah gampong siap membantu apa pun yang dibutuhkan oleh saudara baru kita ini agar mereka bisa beradaptasi dengan baik," tegas Saiful.

Di saat yang sama, Kepala KUA Kecamatan Johan Pahlawan, Tgk Marha Jadwal, MA, memberikan pencerahan mengenai fase kehidupan baru bagi seorang mualaf.

Ia memaparkan panduan tata cara beribadah serta penyesuaian diri yang perlu disiapkan setelah mengikatkan diri dalam tali keislaman.

Arahan senada disampaikan Kasi Bimas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Drs. H. Tharmizi.

Ia memberikan nasihat mendalam agar ikrar syahadat ini dijadikan sebagai pijakan awal bagi Jefri dan Elina untuk konsisten menimba ilmu agama secara berkesinambungan.

"Setelah mengikrarkan syahadat, langkah berikutnya adalah terus memperdalam ajaran Islam, baik dari sisi penguatan akidah maupun tata cara ibadah harian.

Harapannya, saudara kita ini tumbuh menjadi muslim yang sejati, taat, dan istiqamah di jalan Allah," tutur Tharmizi.

Baca juga: UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran dan Profesi Dokter

Diwarnai Tradisi Peusijuek dan Penyerahan Buah Tangan

Puncak acara kehadiran dua saudara baru dalam Islam atau mualaf ini diwarnai dengan atmosfer kehangatan dan rasa kekeluargaan yang kental.

Jamaah Meunasah Al-Bayan bersama para tokoh masyarakat berbondong-bondong memberikan buah tangan serta tali asih kepada Jefri dan Elina sebagai bentuk kasih sayang dan ungkapan selamat datang ke dalam keluarga besar umat Islam.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ritual adat Peusijuek.

Tradisi tepung tawar khas Aceh ini dipimpin oleh para ulama dan tokoh adat setempat sebagai simbol permohonan doa, keberkahan, serta keteguhan iman bagi pasutri tersebut dalam mengarungi lembaran hidup baru.

Sejumlah pihak dari Pengurus PCNU Aceh Barat, Pengurus Al-Washliyah, hingga jajaran elemen Tuha Peut serta tokoh masyarakat dari dalam dan luar Gampong Ujongkalak turut hadir memadati lokasi acara.

Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Jefri dan Elina di tengah lantunan doa yang dipanjatkan oleh seluruh jamaah yang hadir.

"Mari kita bersama-sama mendoakan agar Saudara Jefri Rahmat Lase dan Elina Halawa senantiasa diberikan keteguhan iman, kelapangan pikiran dalam mempelajari syariat Islam, serta istiqamah dalam menjalani kehidupan sebagai muslim dan muslimah yang sakinah. 

Terima kasih sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini," tutup Abu Rangkileh.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca juga: Viral Tulang Belulang di Pesisir Peukan Bada Aceh Besar, Polisi Ungkap Diduga Sisa Makam Lama

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.