Rakor Bersama Kepala BNPB, Bupati Muaro Jambi Paparkan Enam Permasalahan Karhutla
Heri Prihartono September 02, 2026 06:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM,  SENGETI - Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno bersama Plt. BPBD Kabupaten Muaro Jambi Fatur menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat VIP Bandara Sultan Thaha, Rabu (2/9) ini dipimpin langsung Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Gubernur Jambi Al Haris.

Dalam paparannya, Bupati Dr.Bambang Bayu Suseno memaparkan 6 permasalahan utama karhutla di Muaro Jambi. Pertama, wilayah gambut luas dan dalam sehingga api mudah menjalar di bawah permukaan. 

Kedua, akses ke lokasi sulit dan butuh kendaraan khusus serta transportasi air. Ketiga, keterbatasan sumber air saat kemarau. Keempat, sarana prasarana terbatas seperti mobil tangki dan pompa. Kelima, perlunya sinergi lintas instansi, perusahaan, desa dan masyarakat. Keenam, penguatan patroli, deteksi dini dan sosialisasi.

Pemkab Muaro Jambi menyatakan kesiapan sarana: 10 pompa jinjing 2 HP, 4 pompa sedang 6 HP, 5 pompa besar 23 HP, 8 pompa apung 13 HP, 5 motor trail, 1 Triton, 1 L300, 1 tangki, 1 truk serbaguna, 50 roll selang 3 inci, 20 roll selang 2 inci, dan 25 nozzle.

Bupati juga mengapresiasi bantuan Dana Siap Pakai BNPB berupa 1 pompa besar 23 HP, 1 pompa jinjing, 10 nozzle 2,5 inci, selang, Y connector, flexible tank, APD, serta 5.000 box masker KN95 senilai Rp125 juta.

Terkait kabut asap, Pemkab memperpanjang pembelajaran daring PAUD hingga SMP mulai 31 Agustus–2 September 2026 karena ISPU mencapai 173 dengan kategori tidak sehat.

 “Penanganan karhutla butuh komitmen dan kerja sama semua pihak untuk melindungi lingkungan dan masa depan Muaro Jambi,” tegas Bupati.(*)

Baca juga: KLH Segel 21 Perusahaan di 7 Provinsi Indonesia, Ada Residivis Karhutla

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.