Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diliburkan, Ratusan Santri Masih Dirawat Usai Keracunan
Pipit Maulidya September 02, 2026 06:05 PM

 

SURYA.co.id, SIDOARJO - Aktivitas belajar dan mengaji di Ponpes Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, diliburkan sementara.

Diketahui, setelah ratusan santri mengalami keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan meliburkan kegiatan pesantren tersebut diambil untuk memberikan waktu pemulihan bagi para santri sekaligus memusatkan perhatian pada penanganan mereka yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Ratusan santri sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit. Sebagian besar telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.

Namun, hingga Rabu (2/9/2026), sekitar 100 santri masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Baca juga: Buntut Santri Keracunan, Pemkab Sidoarjo Evaluasi SPPG dan Temukan 31 Belum Berizin

Santri Diliburkan Sementara

Koordinator Bidang Humas Ponpes Manbaul Hikam, Bahron Nafi', mengatakan para santri yang sudah diperbolehkan pulang belum diperkenankan kembali ke lingkungan pesantren.

“Santri yang sudah dibolehkan pulang itu sementara kita silakan pulang ke rumah masing-masing. Belum kembali ke pesantren. Kita beri waktu untuk istirahat terlebih dulu,” kata Bahron Nafi'.

Menurut Bahron, para santri nantinya diperkirakan baru kembali ke pesantren sekitar satu pekan ke depan, setelah kondisi kesehatan mereka benar-benar pulih.

Mereka akan kembali mengikuti kegiatan mengaji dan sekolah seperti biasa setelah dinyatakan siap.

“Kami tegaskan memang sekarang ini kegiatan di pesantren kami liburkan terlebih dulu. Kita fokus penanganan para santri, sekaligus memberi waktu yang sudah pulang untuk bisa istirahat terlebih dulu,” tandasnya.

Meski aktivitas pesantren diliburkan, pihak pengelola tetap menyiagakan posko kesehatan di lingkungan pesantren.

Posko tersebut akan terus disiapkan hingga kondisi seluruh santri dan aktivitas pesantren dinilai kembali normal.

Bahron menjelaskan, jumlah santri di Ponpes Manbaul Hikam mencapai sekitar 1.500 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.300 merupakan siswa SMP dan SMA yang dalam beberapa bulan terakhir menerima program MBG dari dapur SPPG Kalitengah.

Pada kejadian yang berlangsung Selasa sebelumnya, sekitar 1.300 siswa SMP dan SMA mengonsumsi MBG. Selain para santri, terdapat 10 guru yang juga ikut mengonsumsi makanan tersebut.

Sejumlah guru kemudian mengalami keluhan kesehatan dan sebagian di antaranya sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

“Kami sejak tadi malam kita terus keliling ke semua rumah sakit. Memantau keadaan anak-anak. Alhamdulillah mayoritas kondisinya stabil dan mayoritas sudah membaik. Ada sepuluh guru yang ikut makan. Mereka juga mual-mual dan sebagian sempat dibawa ke rumah sakit,” urainya.

Pesantren Belum Putuskan Kelanjutan MBG

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak Ponpes Manbaul Hikam belum mengambil keputusan apakah pemberian makanan tersebut akan dihentikan atau tetap dilanjutkan.

Bahron mengatakan keputusan itu masih membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Meski demikian, pihak pesantren berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program MBG ke depan dapat berjalan lebih baik.

“Tapi harapan kami peristiwa ini menjadi evaluasi bersama. Agar ke depan lebih baik lagi pelayanannya. Ini program pemerintah yang bagus namun pelayanannya ke depan harus lebih bagus lagi, kontrolnya juga perlu ditingkatkan agar peristiwa serupa tidak terulang,” harapnya.

Pihak Ponpes Manbaul Hikam juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan para santri sejak kejadian keracunan tersebut berlangsung pada Selasa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.