TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ancaman kekeringan masih membayangi Jakarta, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
Pemprov DKI memastikan warga tetap mendapatkan kebutuhan dasar berupa air bersih di tengah potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi El Nino diperkirakan berlangsung cukup lama, bahkan hingga Januari 2027.
"Kita menghadapi El Nino yang diperkirakan berumur panjang, bahkan BMKG memprediksi kondisinya bisa bertahan sampai dengan Januari 2027," ujar Pramono saat Apel Jaga Jakarta di Silang Monas, Rabu (2/9/2026), dikutip dari Warta Kota.
Kondisi tersebut membuat Pemprov DKI mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meluasnya wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni pendistribusian air bersih menggunakan armada tangki ke wilayah yang mengalami kekeringan.
Kepala BPBD DKI Jakarta Marulitua Siajabat mengatakan masyarakat yang menemukan atau mengalami kondisi kekeringan dapat segera melaporkannya melalui layanan darurat Jakarta Siaga 112.
Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama PAM Jaya untuk mendistribusikan air bersih ke lokasi yang membutuhkan.
"Bilamana masyarakat menemukan kejadian kekeringan, segera laporkan ke 112. Kami akan memfasilitasi dan berkoordinasi langsung dengan PAM Jaya untuk mendistribusikan air bersih," kata Marulitua.
Langkah tersebut menjadi bentuk respons Pemprov DKI untuk menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama periode kemarau.
Ancaman kekeringan tersebut bukan lagi sekadar prediksi.
Sejumlah wilayah di Jakarta Utara mulai dilaporkan mengalami persoalan air bersih. Dua di antaranya yakni Kelurahan Kalibaru dan Kelurahan Semper.
Pemprov DKI kemudian menyiapkan armada untuk mengantisipasi apabila kondisi serupa terjadi di wilayah lainnya.
Sebanyak 29 armada tangki air telah disiagakan. Armada tersebut berasal dari 10 instansi berbeda dan dapat dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran tidak menunggu sampai persoalan kekeringan meluas sebelum mengambil tindakan.
Menurutnya, kesiapan harus dilakukan sejak awal agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat ketika masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air.
"Saya tidak ingin seluruh jajaran baru bergerak setelah persoalan terjadi. Penanganan harus cepat!" tegas Pramono.
Dengan prediksi El Nino yang dapat berlangsung hingga Januari 2027, kesiapsiagaan tersebut menjadi penting untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi warga Jakarta.
Dampak musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air.
Kondisi cuaca yang kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di berbagai wilayah Jakarta.
Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, tercatat 457 kejadian kebakaran di Ibu Kota.
Agustus menjadi periode dengan jumlah kejadian tertinggi. Sebanyak 240 kebakaran tercatat terjadi dalam satu bulan tersebut.
Data itu menjadi gambaran lain mengenai dampak kondisi kering yang saat ini dihadapi Jakarta.
Pemprov DKI pun tidak hanya bersiap menghadapi persoalan kekurangan air, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran selama periode kemarau.
Baca juga: Transjakarta Bakal Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu, Dirut Blak-blakan Soal Subsidi
Baca juga: Mega Transfer Persija: Striker Ganas Kroasia Masuk Bidikan, Rumor Transfer Rp10 Miliar Jadi Sorotan
Baca juga: Pedagang Ikan Kramat Jati Keluhkan Sepi Pembeli Usai Direlokasi, Hingga Lahan Parkir Lokbin Minim