TRIBUNJOGJA.COM - Jepang dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki teknologi maju dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk pada benda sederhana seperti jam.
Jam pada umumnya perlu diatur secara manual, namun berbeda dengan Denpa Dokei yaitu jam yang dapat menyesuaikan waktu secara otomatis berdasarkan sinyal radio.
Teknologi ini memungkinkan jam menunjukkan waktu yang sesuai tanpa harus diatur secara manual seperti jam pada umumnya.
Denpa Dokei bekerja dengan cara menangkap sinyal radio yang membawa informasi mengenai waktu standar Jepang.
Menurut National Institute of Information and Communications Technology (NICT), JJY merupakan sinyal radio standar dengan frekuensi 40 dan 60 kHz yang digunakan untuk menyampaikan informasi waktu di Jepang.
Berdasarkan Seikowatches.com ketika sinyal radio dari Stasiun Pemancar (jam atom cesium) berhasil diterima, jam akan memproses informasi tersebut dan melakukan penyesuaian terhadap waktu yang ditampilkan.
Apabila jam tidak dapat menerima sinyal, jam tersebut tidak akan mati karena menggunakan daya dari perangkat.
Penerimaan sinyal biasa terjadi ketika daya pada jam habis dan mati, lalu ketika diganti dengan daya baru jam akan segera mengejar waktu yang tertinggal menyesuaikan informasi waktu yang didapat.
Menariknya, sistem ini terhubung dengan layanan waktu standar yang dikelola NICT.
Baca juga: Apa Itu People Pleaser? Kenali Ciri-ciri dan Alasan di Baliknya
Hal itu membuat Denpa Dokei tidak hanya mengandalkan mekanisme yang ada di dalam perangkat, tetapi juga mendapat acuan waktu dari sistem yang lebih luas.
Keberadaan Denpa Dokei ini menunjukkan bahwa teknologi dapat membantu ketepatan aktivitas sehari-hari.
Walau hanya berupa sebuah jam, sistem ini melibatkan sinyal radio dan standar waktu yang cukup kompleks.
Tidak hanya di Jepang, teknologi serupa juga diterapkan di beberapa negara lain.
Di Amerika Serikat menggunakan WWVB untuk mengirim informasi dengan sinyal radio.
Meskipun memiliki konsep yang sama namun setiap negara menggunakan sistem dan frekuensi yang berbeda.
Sehingga jam hanya dapat menangkap sinyal tertentu, dan belum tentu dapat sinya negara lain.
Hal ini menunjukkan bahwa radio controlled clock telah diterapkan di berbagai wilayah tidak hanya digunakan di Jepang untuk ketepatan waktu. (MG Adelia Mehra)