BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Cetak Hattrick Prestasi Nasional, Sabet KEJAR Award 2026 dari OJK
Dwi Prastika September 02, 2026 06:50 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - PT BPRS Bhakti Sumekar Sumenep (Perseroda) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bank pembiayaan rakyat syariah terbaik di Indonesia.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, itu sukses meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, sekaligus mempertahankan prestasi yang diraih dalam dua tahun sebelumnya.

Penghargaan tersebut diterima dalam ajang KEJAR Award dan Financial Literacy Award 2026 yang digelar untuk memperingati Hari Indonesia Menabung.

Pada tahun ini, BPRS Bhakti Sumekar dinobatkan sebagai Bank Implementasi KEJAR Terbaik Kategori BPR/BPRS Wilayah Jawa-Bali Tahun 2026.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan, penghargaan itu menjadi bukti nyata konsistensi perusahaan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Capaian tersebut sekaligus menjadi hattrick bagi BPRS Bhakti Sumekar setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2024 dan 2025.

"KEJAR Award merupakan bentuk apresiasi OJK kepada industri jasa keuangan, satuan pendidikan, serta pemerintah daerah yang aktif mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar di berbagai daerah," kata Hairil Fajar pada TribunMadura.com, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: Hari Ini Diundi, Nasabah BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Berpeluang Bawa Pulang Xpander dan Paket Umrah

Ia menjelaskan, pada ajang tersebut BPRS Bhakti Sumekar berdiri sejajar dengan sejumlah bank nasional yang juga menerima penghargaan.

Di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI (Persero) Tbk sebagai Bank Implementasi KEJAR Terbaik Subkategori BUMN, PT Bank Central Asia Tbk atau BCA untuk Subkategori Bank Umum Konvensional, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk pada Subkategori Bank Umum Syariah.

Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan edukasi keuangan kepada kalangan pelajar.

Melalui Program KEJAR, BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya mendorong siswa memiliki rekening tabungan, tetapi juga membangun kebiasaan menabung dan mengenalkan pengelolaan keuangan sejak usia dini.

"Program Satu Rekening Satu Pelajar diharapkan tidak hanya membuat pelajar memiliki rekening, tetapi juga belajar budaya menabung, mengelola keuangan secara bijak, serta mengenal layanan perbankan yang aman dan mudah," ucapnya.

Baca juga: BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Ajak Pegawai Jadikan Perusahaan Rumah Bersama, HUT RI Perkuat Kekompakan

Komitmen tersebut bukan hal baru.

Pada 2022, BPRS Bhakti Sumekar juga berhasil mengantarkan MAN Sumenep sebagai lembaga mitra meraih penghargaan Satuan Pendidikan Implementasi KEJAR Terbaik Nasional.

Dirinya menilai, penguatan literasi keuangan di Kabupaten Sumenep memiliki tantangan tersendiri karena wilayahnya terdiri atas daratan dan kepulauan.

Namun menurutnya, jaringan kantor BPRS Bhakti Sumekar yang telah tersebar hingga kecamatan kepulauan menjadi kekuatan untuk memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus menjangkau sekolah-sekolah di wilayah terpencil.

"Dengan memanfaatkan seluruh jaringan kantor yang sudah ada, kami berharap literasi dan inklusi keuangan syariah dapat menjangkau sekolah-sekolah hingga wilayah terpencil dan terluar," tuturnya.

Ia berharap semakin banyak pelajar di Kabupaten Sumenep yang memiliki kebiasaan menabung dan memahami pentingnya mengelola keuangan sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan.

Baca juga: Ajak Masyarakat Gencar Menabung, Bank BPRS Bhakti Sumekar Luncurkan Tabungan Ukhwah Berhadiah

KEJAR Award dan Financial Literacy Award 2026

Ajang KEJAR Award dan Financial Literacy Award 2026 berlangsung pada Jumat (28/8/2026) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Friderica Widyasari Dewi, kepala daerah, pimpinan industri jasa keuangan, serta berbagai asosiasi sektor jasa keuangan.

Dengan demikian, pihaknya mengajak seluruh pelajar untuk mulai membangun budaya menabung.

"Satu pelajar, satu rekening dengan satu kebiasaan menabung, untuk masa depan yang gemilang," harapnya.

"Mari kita bangun budaya menabung sejak dini untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas yang cerdas keuangan dan siap menyongsong masa depan," tambahnya.

Untuk diketahui, OJK mencatat hingga triwulan I 2026 jumlah rekening tabungan pelajar melalui Program KEJAR telah mencapai 59,03 juta rekening dengan total simpanan sebesar Rp29,13 triliun.

Angka tersebut menunjukkan semakin tingginya partisipasi pelajar dalam membangun budaya menabung di Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.