Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Keluarga besar etnis Flores di Kabupaten Belu menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu.
Bantuan yang dihimpun melalui aksi “Peduli Kasih” tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai komunitas warga Flores yang berada di Kabupaten Belu.
Koordinator Keluarga Besar Flores di Belu, Drs. Blasius Janggur, dalam keterangannya mengatakan bantuan tersebut dihimpun secara kolektif oleh warga asal lima kabupaten di Pulau Flores, yakni Sikka, Ende, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Baca juga: Opini: Saatnya Flores Membangun Rumah yang Bersahabat dengan Gempa
“Bantuan yang kami serahkan terdiri dari 150 karung beras (kemasan 5 kg) serta 75 dus air mineral. Semuanya terhimpun dari kepedulian etnis Flores yang ada di Kabupaten Belu. Kami berharap bantuan ini dapat segera dikirimkan oleh BPBD Belu kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Pulau Flores,” ujar Blasius. Rabu (2/9/2026).
Bantuan tersebut diterima langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belu, drg. Ansilla Maria Eka Mutty.
Ansilla menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya komunitas Flores di Atambua dan Kabupaten Belu, yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak bencana di Pulau Flores.
Ia menjelaskan, seluruh bantuan logistik yang masuk dari masyarakat akan dihimpun dan dikirimkan atas nama Pemerintah Kabupaten Belu.
Baca juga: Bulog Ruteng Salurkan 429.68 Ton Beras ke Korban Gempa Flores di Manggarai dan Manggarai Timur
Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi bantuan berjalan akuntabel, efektif, dan tepat sasaran.
“Seluruh mekanisme distribusi logistik wajib melalui koordinator BPBD Provinsi NTT di Kupang terlebih dahulu, sebelum diteruskan secara terarah ke titik-titik pengungsian,” jelas Ansilla.
Ansilla menambahkan, meskipun pengiriman bantuan logistik secara massal melalui kloter resmi hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Belu dan Polres Belu telah memasuki tahap akhir atau kloter kedua, posko kemanusiaan tetap dibuka.
Posko Peduli Flores yang berada di Kantor BPBD Kabupaten Belu tetap menerima bantuan susulan dari masyarakat yang ingin menyalurkan donasi secara mandiri. (gus)