TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Klaten 2026 resmi diberangkatkan dari Sanggar Bhakti Pramuka Nasional di Kwartir Cabang (Kwarcab) Klaten, Jl Pramuka, Kecamatan Klaten Tengah, Rabu (2/9/2026).
Pelepasan peserta dilakukan dalam upacara yang dipimpin Bupati Klaten sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kwarcab Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Secara simbolis ratusan anggota Pramuka tersebut dilepas Hamenang dengan mengibarkan bendera.
Dari Klaten, rombongan membawa tunas kelapa menuju Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Boyolali. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian ETK tingkat Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026.
Ketua Panitia Pelaksana ETK Kwarcab Klaten 2026 Puspo Enggar Hastuti, mengatakan Klaten menjadi salah satu dari 14 titik start ETK di Jawa Tengah tahun ini.
"Dari Klaten perjalanan Tunas Kelapa akan diteruskan menuju Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Boyolali dan selanjutnya melanjutkan estafet ke Kwartir Cabang lainnya hingga mencapai puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 di Kwartir Cabang Banyumas pada tanggal 10 September 2026," ujarnya.
Pelaksanaan ETK di Kabupaten Klaten berlangsung pada 1-2 September 2026. Rute kegiatan melewati enam wilayah Kwartir Ranting, yakni Cawas, Klaten Tengah, Klaten Utara, Ngawen, Karanganom, dan Polanharjo.
Rangkaian perjalanan dibagi menjadi lima etape dan satu etape khusus. Setiap etape melibatkan pasukan inti sebanyak 61 anggota Pramuka, pasukan pendukung 62 anggota Pramuka, serta pasukan penggembira.
Baca juga: Hari Pramuka ke-65 di Klaten, Puluhan Anggota Berdedikasi Terima Tanda Penghargaan
Perjalanan ETK di Klaten menempuh total jarak sekitar 21,58 kilometer. Rute dimulai dari Sanggar Bhakti Pramuka Nasional di Kwartir Cabang (Kwarcab) Klaten, Jl Pramuka, Kecamatan Klaten Tengah dan berakhir di Pancingan Taman Air 100, Desa Wunut, Kecamatan Polanharjo.
Selain membawa Tunas Kelapa, peserta juga mengikuti sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya resik sanggar, penanaman pohon, donor darah, cabut paku, ziarah tokoh Pramuka, serta pemberian santunan tali asih.
Puspo menyebut kegiatan tersebut melibatkan unsur Pramuka, pemerintah daerah, instansi terkait, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.
"Semoga Estafet Tunas Kelapa tahun 2026 menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat pengabdian, dan meneguhkan semangat Gerakan Pramuka untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)