TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Nganjuk yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirujuk ke rumah sakit, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya, para siswa yang mengalami keluhan mendapat penanganan awal di Puskesmas Nganjuk, Kelurahan Begadung.
Kepala Puskesmas Nganjuk, dr. Rio Kasino, mengatakan para siswa kemudian dirujuk ke tiga rumah sakit di Kabupaten Nganjuk.
Tiga rumah sakit rujukan tersebut yakni RSUD Nganjuk, Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, dan Rumah Sakit Islam Aisyiyah.
"Ada tiga rumah sakit rujukan untuk para pasien," katanya kepada Tribun Jatim Network.
Baca juga: Mini Lokakarya Stunting di Mojoroto Kediri, Pendampingan Keluarga Berisiko Jadi Fokus Evaluasi
Dr. Rio Kasino menjelaskan, berdasarkan data sementara, pihak Puskesmas Nganjuk telah menerima sekitar 50 pasien dari SMAN 3 Nganjuk.
Para siswa tersebut datang untuk mendapatkan penanganan setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG.
Hingga pukul 16.00 WIB, pasien yang diduga mengalami keracunan MBG masih terus berdatangan ke Puskesmas Nganjuk.
Pihak puskesmas memastikan tetap siap menerima dan memberikan penanganan kepada pasien yang datang.
"Para pasien masih bergulir datang. Kami siap menerimanya. Kami melakukan penanganan berupa stabilisasi terhadap pasien. Apabila butuh penanganan lebih lanjut kami rujuk ke rumah sakit," urainya.
Penanganan awal dilakukan dengan melakukan stabilisasi terhadap kondisi pasien.
Apabila kondisi pasien membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, pihak puskesmas akan merujuk pasien ke rumah sakit yang telah ditentukan.
Kasus dugaan keracunan yang dialami siswa SMAN 3 Nganjuk setelah menyantap menu MBG tersebut masih dalam penanganan petugas kesehatan. (nen)
(Danendra Kusuma/Tribunmataraman.com)