TRIBUNNEWS.COM - Rekening Manchester City seakan tidak berseri lantaran mereka tak segan mengeluarkan uang banyak demi mendapatkan para pemain incarannya di bursa transfer.
Bursa transfer musim panas kali ini menjadi salah satu bukti validnya.
Manchester City tercatat menjadi tim Liga Inggris dengan pengeluaran terbesar pada jendela transfer kali ini.
Bagaimana tidak, Manchester City rela menggelontorkan uang sebesar 458 juta poundsterling alias sekitar Rp.10,9 Trilliun, sebagaimana yang dilaporkan oleh BBC Sport.
Banyaknya uang yang dibakar oleh Manchester City tak bisa dilepaskan dari pembangunan ulang yang dilakukan tim ini.
Setelah berakhirnya era Pep Guardiola, Manchester City seakan ingin terus bersaing memperebutkan trofi besar bersama pelatih barunya yakni Enzo Maresca.
Terbukti, Manchester City tak sungkan untuk merekrut banyak pemain dengan nama top di bursa transfer kali ini.
Di lini tengah saja, Manchester City rela menggelontorkan uang dengan nominal gila demi membangun ulang pos tersebut.
Enzo Fernandez, Elliot Anderson hingga Ayyoub Boudaddi sama-sama direkrut dengan nilai fantastis oleh Manchester City.
Ketiga pemain yang sama-sama berposisi gelandang itu dipinang Manchester City dengan total mahar 380 juta euro.
Selain itu, ada beberapa pemain baru lain yang didatangkan Manchester City musim panas ini.
Sebut Iliman Ndiaye, Allan, Jeremy Monga hingga Geronimo Rulli yang menjadi bagian dari pembangunan ulang skuad Manchester City.
Melihat nama hingga biaya transfer yang harus dibayarkan Manchester City demi mendapatkan pemain incarannya, tim ini seakan punya rekening yang tak berseri alias tak terbatas nominalnya.
Pada bursa transfer musim dingin lalu, pergerakan agresif juga dilakukan Manchester City.
Meskipun pada akhirnya gagal merebut gelar Liga Inggris, keputusan Manchester City merekrut Antoine Semenyo dan Marc Guehi pada bursa transfer musim dingin lalu sudah menjadi sinyal bahwa mereka punya proyek ambisius.
Benar saja, Manchester City melakukan pergerakan yang lebih gila di bursa transfer kali ini, dengan mendatangkan banyak pemain baru dengan potensi top di masa mendatang.
Disisi lain, apa yang dilakukan Manchester City di bursa transfer kali ini, memang tidak salah.
Hal ini mengingat tidak sedikit dari pemain kuncinya memutuskan untuk pergi atau dijual ke klub lain.
Contohnya Rodri, Bernardo Silva, Tijjani Reijnders, Nathan Ake, Nico Gonzales, Savinho, Omar Marmoush, James Trafford hingga Manuel Akanji.
Kini, perjudian yang telah dilakukan manajemen Manchester City demi melayani nafsu Enzo Maresca dalam berbelanja pemain akan diuji dengan performa The Citizens sepanjang musim ini.
Jika mampu bermain lebih konsisten, bukan hal mustahil bagi Manchester City langsung berjaya pada musim perdananya ditangani Enzo Maresca.
Kegagalan meraih gelar Liga Inggris dalam dua musim terakhir, jelas menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan Manchester City dengan skuad barunya kali ini.
Sebaliknya, jika tidak bisa memenangkan gelar mayor sama sekali entah Liga Inggris atau Liga Champions, perjudian Manchester City pada musim panas ini seakan berakhir dengan sia-sia.
So, menarik untuk melihat apa capaian yang bisa diukir Manchester City setelah menjadi tim paling boros musim ini?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)