Terungkap Awal Mula Orang Rimba Kepung Tentara di Jambi, Bermula dari HP hingga Remaja Dipukul
Eko Setiawan September 02, 2026 11:22 PM


TRIBUNBATAM.id, JAMBI -
Video sejumlah anggota TNI dikepung dan diserang kelompok Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di kawasan perkebunan kelapa sawit PT SAL, Kabupaten Sarolangun, Jambi, viral di media sosial.

Dalam video berdurasi lebih dari dua menit itu, sejumlah pria berseragam terlihat dikejar dan dikerumuni puluhan Orang Rimba.

Situasi semakin mencekam karena sebagian warga terlihat membawa senjata tajam dan benda tumpul.

Di tengah ramainya video tersebut, Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi mengungkap dugaan awal mula bentrokan tersebut.

Versi Warsi, keributan bermula ketika rombongan Orang Rimba yang sedang menjalani tradisi melangun berpapasan dengan satuan pengamanan perusahaan.

Rombongan tersebut disebut berpapasan dengan enam anggota TNI dan seorang pengemudi.

Direktur KKI Warsi, Adi Junedi, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, rombongan Orang Rimba saat itu berupaya menghindari mereka.

Namun, rombongan tersebut disebut tetap dibuntuti dan direkam menggunakan telepon seluler.

Situasi kemudian memanas ketika seorang remaja Orang Rimba menegur agar perekaman dihentikan.

"Kalau tidak berhenti HP kami banting," kata remaja tersebut, sebagaimana disampaikan Warsi.

Menurut Warsi, aparat kemudian menyerahkan telepon seluler tersebut kepada remaja.

Remaja itu secara spontan membuang telepon tersebut ke semak-semak.

Tindakan tersebut disebut memicu kemarahan aparat hingga terjadi pemukulan terhadap remaja tersebut.

Anggota rombongan lain yang berusaha melindungi remaja itu kemudian disebut ikut menjadi sasaran.

Seorang remaja kemudian melarikan diri dari lokasi dan mengadukan kejadian tersebut kepada keluarga serta anggota kelompoknya.

Sementara Orang Rimba yang masih berada di lokasi disebut sempat memohon agar tidak terjadi kekerasan dan mengajak berdamai.

Puluhan Orang Rimba Datang ke Lokasi

Sekitar 40 menit kemudian, anggota Orang Rimba lainnya tiba di lokasi.

Sebagian datang untuk melihat situasi sekaligus berusaha melerai. Namun, sebagian lainnya disebut datang dengan maksud melakukan aksi balasan.

Tetua Orang Rimba kemudian meminta anggota TNI dan pengemudi meninggalkan lokasi.

Namun, menurut Warsi, salah seorang aparat terkesan enggan segera naik ke kendaraan.

Jumlah Orang Rimba yang berada di lokasi pun semakin banyak.

Situasi kembali memanas hingga terjadi pemukulan terhadap sejumlah aparat.

Peristiwa tersebut kemudian direkam dan videonya menyebar luas di media sosial.

Versi Polisi: Berawal dari TBS Sawit

Sementara itu, Polda Jambi memiliki versi berbeda mengenai awal mula keributan tersebut.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut Erlan, kejadian bermula ketika kelompok masyarakat pedalaman membawa tandan buah segar (TBS) sawit dari area inti satu milik perusahaan PT SAL.

Sejumlah anggota TNI yang melihat aktivitas tersebut kemudian menegur dan meminta TBS sawit yang telah dipanen ditinggalkan.

Namun, kelompok tersebut disebut tidak bersedia mengikuti permintaan tersebut.

"Tetapi kelompok tersebut tidak mau, kemudian cekcok dan terjadi keributan," kata Erlan.

Keributan kemudian berkembang menjadi aksi penyerangan terhadap sejumlah anggota TNI seperti yang terekam dalam video dan beredar di media sosial.

Polda Jambi memastikan perkara tersebut telah dilaporkan ke kepolisian.

Sementara itu, polisi masih melakukan penanganan terhadap kasus tersebut untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian yang memicu bentrokan antara Orang Rimba dan anggota TNI di kawasan perkebunan PT SAL.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.