POSBELITUNG.CO, BANGKA - Sepasang sepatu hitam dengan bagian depan menganga masih melekat di kaki Kevin, siswa kelas IV B SD Negeri 15 Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisinya jauh dari layak, tetapi sepatu itu tetap menemani langkah Kevin ke sekolah pada Rabu (2/9/2026).
Sepatu Kevin menjadi perhatian Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid. Saat memasuki ruang kelas IV B bersama rombongan, Riza tidak sekadar menyapa siswa. Ia justru menghampiri Kevin yang duduk di bangku paling depan.
Mengenakan kaos putih dan kacamata bulat, Riza berjongkok agar sejajar dengan Kevin. Percakapan pun dimulai sederhana.
“Kevin,” jawab sang siswa ketika ditanya namanya.
Riza kemudian menanyakan sepatu yang dikenakannya. Kevin menunjuk bagian depan sepatu kiri yang telah sobek dan menganga.
Dari bangkunya, Kevin bercerita bahwa sepatu itu dipakai bergantian dengan kakaknya saat mengikuti pawai dan baris-berbaris dalam karnaval pekan sebelumnya. Sang kakak kini telah memiliki sepatu baru. Kevin belum.
Bukan karena ia tidak ingin memiliki sepatu baru. Kondisi keluarga membuat kebutuhan itu harus ditunda.
Ayah Kevin baru saja meninggal dunia sehingga membeli perlengkapan sekolah bukan perkara mudah.
Mendengar cerita itu, Riza meminta Kevin melepas sepatu lamanya. Tak lama kemudian, sebuah kotak cokelat disodorkan kepadanya.
Kevin membukanya perlahan. Di dalamnya terdapat sepasang sepatu baru.
Wajahnya seketika berubah cerah. Ia segera mengenakan sepatu tersebut.
Senyum mengembang ketika kedua kakinya kini terbungkus sepatu baru. Berulang kali Kevin mengucapkan terima kasih kepada Riza.
Kisah itu bermula dari laporan sederhana seorang orangtua seusai kegiatan karnaval.
Foto sepatu Kevin yang sobek dikirimkan kepada Riza melalui media sosial.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Dinas Pendidikan Bangka Selatan.
“Dengan segala kerendahan hati, langsung saya teruskan keluhan ini ke Kepala Dinas Pendidikan,” kata Riza.
Bagi Riza, sepatu mungkin terlihat sebagai kebutuhan kecil. Namun, bagi seorang siswa yang tengah berjuang bersekolah, perlengkapan sederhana dapat berarti besar.
Ia meminta guru dan jajaran Dinas Pendidikan lebih peka terhadap kondisi siswa.
Persoalan perlengkapan sekolah, sekecil apa pun, tidak seharusnya dibiarkan karena dapat memengaruhi semangat anak mengikuti pendidikan.
“Guru-guru yang ada di seluruh Bangka Selatan, tolong cepat respons hal-hal seperti ini, karena hal kecil ini bisa membantu semangat sekolahnya jadi lebih besar,” tegas Riza.
Riza juga meminta siswa dan orangtua tidak ragu menyampaikan keterbatasan perlengkapan sekolah.
Pemerintah daerah, menurut dia, tetap berupaya memberikan bantuan meski tengah melakukan efisiensi anggaran.
Program perlengkapan sekolah gratis selama ini telah berjalan, terutama bagi siswa yang memasuki jenjang pendidikan baru, seperti dari TK ke SD dan SD ke SMP.
“Selama ini sudah jalan sih, kita ada perlengkapan sekolah gratis, tapi mungkin itu kan untuk anak-anak yang baru masuk dari SD ke SMP, dari TK ke SD,” ujarnya.
Ke depan, Riza meminta sekolah tidak hanya menunggu laporan orangtua.
Sekolah diminta aktif mendata siswa yang membutuhkan bantuan agar persoalan dapat ditangani lebih cepat.
“Tanpa laporan dinas sudah memerintahkan sekolah-sekolahnya untuk cek setiap muridnya yang punya keterbatasan terkait perlengkapan sekolah untuk segera dibantu sama pemerintah,” pungkasnya.
(Posbelitung.co/Cepi Marlianto)