Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu unit alat berat jenis excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk membantu normalisasi tambak di Kabupaten Bireuen segera dioperasionalkan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen, Ir M Jafar, mengatakan pengoperasian alat berat tersebut membutuhkan biaya.
Anggaran untuk operasional excavator telah diajukan dan akan dibahas dalam perubahan APBK.
“Setelah pengesahan APBK Perubahan, alat berat tersebut segera bergerak membantu petambak,” kata M Jafar saat penyerahan bantuan benur udang vaname kepada petambak di Ulee Ceu, Kecamatan Jangka, Bireuen, Selasa (1/9/2026).
M Jafar yang didampingi Penyuluh Perikanan, Fandi Salasa, mengatakan pihaknya saat ini juga melakukan pendataan dan verifikasi kembali terhadap areal tambak yang mengalami kerusakan parah.
Excavator tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pemulihan infrastruktur tambak yang rusak akibat bencana banjir hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu.
Alat berat itu nantinya dimanfaatkan untuk mempercepat normalisasi saluran tambak, perbaikan tanggul, serta rehabilitasi sarana dan prasarana perikanan agar aktivitas budidaya masyarakat dapat kembali berjalan.
Menurut M Jafar, keberadaan excavator sangat dibutuhkan untuk mempercepat rehabilitasi kawasan tambak terdampak bencana.
Banjir bandang pada akhir November lalu menyebabkan ribuan hektare tambak masyarakat mengalami kerusakan.
Baca juga: VIDEO - Bupati Bireuen Tebar 2 Juta Benur Vaname untuk Pemulihan Tambak Terdampak Banjir
Berdasarkan pendataan, tambak yang mengalami rusak sangat berat mencapai 311,99 hektare, rusak berat 695,37 hektare, rusak sedang 1.321,02 hektare, dan rusak ringan 2.614,95 hektare.
Selain tambak, sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk saluran air, juga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Normalisasi tambak dinilai mendesak karena sektor perikanan menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Bireuen.
Baca juga: VIDEO - Warga Jangka Ubah Tambak Tertimbun Lumpur Jadi Sawah, Sebagian Padi Mulai Dipanen
Percepatan rehabilitasi diharapkan dapat mencegah tambak terlantar sekaligus membantu petambak kembali menjalankan aktivitas budidaya.
Bantuan excavator tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat kepada Kabupaten Bireuen untuk mempercepat pemulihan infrastruktur tambak yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Alat berat tersebut peruntukannya akan dimanfaatkan untuk mempercepat normalisasi saluran tambak, perbaikan tanggul, serta rehabilitasi sarana dan prasarana perikanan sehingga aktivitas budidaya masyarakat dapat segera pulih kembali.
Menurutnya, bantuan excavator tersebut sangat dibutuhkan dalam mendukung percepatan rehabilitasi kawasan tambak yang terdampak bencana.
Dalam musibah banjir bandang akhir November lalu tambak masyarakat rusak berat .
Rincian: rusak berat sekali 311,99 hektar, rusak berat 695,37 hektare, rusak sedang 1.321,02 hektare, dan rusak ringan 2.614,95 hektar.
Selain tambak, infrastruktur pendukung seperti saluran air juga.mengalami kerusakan.
Normalisasi tambak menjadi langkah mendesak, mengingat sektor perikanan di Bireuen merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Tanpa intervensi nyata, ribuan hektare tambak berisiko terus terbengkalai dan mengancam keberlangsungan hidup para petambak.(*)