13 Hotspot Terdeteksi di Bengkulu, Tersebar di 5 Kabupaten, Terbanyak di Kaur
Ricky Jenihansen September 03, 2026 10:54 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu mencatat sebanyak 13 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Provinsi Bengkulu.

Data tersebut merupakan hasil pemantauan dari BMKG Bengkulu untuk periode 2 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 3 September 2026 pukul 06.00 WIB.

Dari total 13 titik panas yang terdeteksi, BMKG mencatat 12 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, sedangkan satu titik lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Tidak terdapat titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah dalam pemantauan tersebut.

Sebaran Titik Panas

Berdasarkan sebarannya, titik panas terdeteksi di lima kabupaten, yakni Kabupaten Kaur, Lebong, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, dan Seluma.

Kabupaten Kaur menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.

BMKG mencatat terdapat delapan hotspot di wilayah tersebut.

Selanjutnya, Kabupaten Lebong tercatat memiliki dua titik panas.

Sementara itu, masing-masing satu titik panas terdeteksi di Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, dan Seluma.

Untuk wilayah Kabupaten Kaur, satu titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan tujuh titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan sedang.

Rincian lokasi menunjukkan satu hotspot di Kabupaten Bengkulu Utara berada di Kecamatan Air Besi.

Di Kabupaten Kaur, titik panas tersebar di Kecamatan Kelam Tengah, Muara Sahung, Nasal, Semidang Gumay, dan Tetap.

Sementara di Kabupaten Lebong, hotspot terdeteksi di Kecamatan Pinang Belapis dan Rimbo Pengadang.

Adapun satu titik panas di Kabupaten Rejang Lebong berada di Kecamatan Padang Ulak Tanding, sedangkan hotspot di Kabupaten Seluma terdeteksi di Kecamatan Semidang Alas.

Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Selain mencatat sebaran titik panas, BMKG juga merilis peta potensi kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah untuk 4 September 2026.

Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat menyebabkan vegetasi atau bahan mudah terbakar menjadi lebih kering.

BMKG sendiri menyediakan informasi terkait potensi kebakaran hutan dan lahan, termasuk pemantauan kondisi bahan bakar permukaan melalui indeks yang berkaitan dengan tingkat kekeringan bahan bakar.

BMKG mengingatkan bahwa informasi hotspot perlu dipahami sebagai indikator adanya anomali panas yang terdeteksi satelit, sehingga tidak serta-merta berarti setiap titik merupakan kebakaran yang sedang terjadi.

Imbauan kepada Masyarakat

Dengan munculnya 13 hotspot di lima kabupaten tersebut, masyarakat di wilayah yang terdeteksi titik panas diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, khususnya ketika kondisi lingkungan kering dan bahan mudah terbakar.

Data hotspot tersebut dapat menjadi salah satu bahan pemantauan awal bagi pemerintah daerah dan pihak terkait dalam melakukan pencegahan serta penanganan potensi karhutla di Provinsi Bengkulu.

Rincian 13 Hotspot Bengkulu

  • Bengkulu Utara: 1 titik – Air Besi
  • Kaur: 8 titik – Kelam Tengah, Muara Sahung, Nasal, Semidang Gumay, dan Tetap
  • Lebong: 2 titik – Pinang Belapis dan Rimbo Pengadang
  • Rejang Lebong: 1 titik – Padang Ulak Tanding
  • Seluma: 1 titik – Semidang Alas

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.