Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Macet Parah Lagi, ASDP Kerahkan Kapal Perbantuan
Haorrahman September 03, 2026 10:57 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Kemacetan parah kendaraan di jalur Situbondo-Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali terjadi. Bahkan kemacetan mencapai sekitar 12 kilometer sejak Rabu (2/9/2026) hingga Kamis (3/9/2026).

Kemacetan tersebut terjadi di tengah proses peningkatan kapasitas sejumlah fasilitas dermaga di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang. Untuk mengurangi antrean, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan kapasitas layanan penyeberangan.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah dinamika operasional yang terjadi. Saat ini, kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan, untuk mempercepat penguraian kepadatan," katanya.

Baca juga: Antrean Kendaraan Padati Jalur Ketapang Banyuwangi, Arus Menuju Gilimanuk Tersendat

Sejak Rabu sebanyak 25 kapal berkapasitas besar dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Jumlah tersebut sudah termasuk tiga kapal bantuan yang dikerahkan untuk memperkuat pelayanan.

ASDP juga melakukan evaluasi terhadap pola layanan di lintasan tersebut agar kapasitas penyeberangan dapat dioptimalkan dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna jasa.

“Optimalisasi tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan regulator dan seluruh pihak terkait, sebagai langkah percepatan untuk meningkatkan kapasitas layanan di tengah kondisi operasional yang dinamis,” ujar Heru.

Baca juga: Antrean Truk Logistik Padati Ketapang Banyuwangi, Arus Menuju Pelabuhan Tersendat

Kapasitas Dermaga

Heru menjelaskan, kepadatan kendaraan tidak terlepas dari pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang.

Kedua fasilitas tersebut ditingkatkan menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan daya dukung hingga 50 ton. Proyek ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan sekaligus menyesuaikan kapasitas layanan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Namun, selama pekerjaan berlangsung, kapasitas pelayanan dermaga belum dapat beroperasi secara penuh seperti kondisi normal.

Dalam kondisi normal, lintasan Ketapang-Gilimanuk dapat melayani hingga 28 kapal. Karena itu, pengaturan pola operasi dan optimalisasi armada menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama pekerjaan infrastruktur berlangsung.

Baca juga: BREAKING NEWS: KMP Bontang Express II Terbakar di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, penguatan operasional juga dilakukan dengan mengerahkan tiga kapal bantuan.

Ketiga kapal tersebut menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Pola ini ditujukan untuk mempercepat proses bongkar muat sekaligus mengurangi waktu kapal bersandar di dermaga.

“KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sementara KMP Liputan XII menerapkan pola TBB di Dermaga LCM. Langkah ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan membantu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap,” jelas Media.

Dengan pola tersebut, ASDP berharap produktivitas layanan dapat meningkat sehingga pergerakan kendaraan dari dan menuju pelabuhan bisa berlangsung lebih cepat.

ASDP mengimbau masyarakat yang akan menggunakan lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk menyesuaikan rencana perjalanan. Pengguna jasa juga diminta mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Baca juga: Datang ke Pelabuhan Ketapang, KPK Monitoring Sistem Manifes

Media memastikan pengguna jasa yang sudah memiliki tiket tidak perlu khawatir apabila terjadi penyesuaian jadwal keberangkatan akibat kepadatan kendaraan.

Dalam kondisi force majeure, tiket yang telah dimiliki pengguna jasa tetap akan dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memahami kondisi ini dapat berdampak pada perjalanan masyarakat. Karena itu, kami meminta pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Kami memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap akan dilayani untuk menyeberang dan tidak perlu khawatir tiketnya hangus akibat kondisi ini,” tambah Media.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.