Mulai Juni 2027, Transjakarta Bakal Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu
Dian Anditya Mutiara September 03, 2026 11:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pengelolaan angkutan laut di Kepulauan Seribu ditargetkan mulai beralih ke PT Transjakarta pada Juni 2027.

Langkah ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Seribu.

Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, proses transisi penugasan pengelolaan transportasi laut ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun.

Setelah proses tersebut rampung, layanan ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2027.

Sejumlah persiapan telah dilakukan Transjakarta, salah satunya dengan mengunjungi lima pulau, yakni Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.

Dari kunjungan tersebut, Transjakarta menghimpun berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari peningkatan cakupan dan frekuensi layanan, konektivitas antarpulau, kemudahan pembelian tiket, peningkatan standar keselamatan, hingga tata kelola usaha kapal tradisional.

Baca juga: Ada 200 Kuota, Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Naik Transjakarta Dibuka di 2 Lokasi CFD Jakarta

"Kami juga kemarin bertemu dengan operator ataupun pengusaha-pengusaha kapal tradisional. Harapan mereka adalah, berkaca dengan sistem yang ada di darat, ada peluang kerja sama dengan pelaku usaha kapal tradisional untuk bisa menjadi operator," kata Welfizon dikutip, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, Transjakarta juga tengah menyiapkan kajian strategis yang meliputi aspek regulasi, model operasional, sumber daya manusia, kepelabuhanan, skema peralihan dan model bisnis, analisis pasar dan permintaan, hingga proyeksi keuangan serta kondisi sosial masyarakat.

Optimalkan Aset Dishub DKI Jakarta

Pada tahap awal, Transjakarta akan mengoptimalkan aset milik Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, termasuk kapal, dermaga, dan fasilitas pelabuhan.

Pembenahan sistem ticketing dan teknologi layanan juga disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Untuk pengembangan jangka panjang, Transjakarta mempertimbangkan pola hub and spoke.

Dalam skema ini, kapal berkapasitas besar akan melayani rute utama dari Jakarta menuju pulau tertentu, kemudian perjalanan diteruskan menggunakan kapal pengumpan menuju pulau-pulau lainnya.

Baca juga: Transjakarta Perkuat Akselerasi Integrasi Antarmoda dan Percepat Elektrifikasi Armada

Welfizon mengatakan, pengembangan transportasi laut nantinya tidak hanya berfokus pada mobilitas penumpang. Layanan juga akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan logistik dan pariwisata.

Transjakarta turut mengeksplorasi bisnis pendukung di luar pendapatan tiket, seperti kepelabuhanan, logistik, dan pariwisata.

"Ini untuk memperkuat keberlanjutan usaha jangka panjang dan membangun kemandirian secara finansial," tandasnya.

Kondisi Angkutan Perairan Belum Optimal

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, kondisi angkutan perairan di Kepulauan Seribu saat ini masih belum optimal. 

Kondisi tersebut dinilai turut berpengaruh terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Ke depan, Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi sistem transportasinya saat ini masih berorientasi sebagai angkutan dasar masyarakat," ujar Budi.

Budi menyebut, armada angkutan resmi saat ini  baru mampu melayani sekitar 21 persen kebutuhan.

Sebagian besar pergerakan masyarakat masih mengandalkan kapal tradisional yang memiliki standar kenyamanan dan keselamatan yang belum seragam.

Sepanjang 2026, tercatat tujuh kecelakaan yang melibatkan kapal tradisional.

Baca juga: Anthon Sihombing Desak DPR Usut Penggunaan Kapal Berbendera Asing di Perairan Indonesia

Menurut Budi, sejumlah kapal belum memenuhi standar keselamatan pelayaran dan kerap beroperasi melebihi kapasitas.

Kesadaran masyarakat untuk menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung, juga masih rendah.

Pemprov DKI Jakarta menilai diperlukan sistem transportasi laut yang lebih baik, aman, nyaman, dan terintegrasi.

Pengelolaan oleh Transjakarta diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antara Kepulauan Seribu dan wilayah Jakarta lainnya.

Budi mengatakan, proses peralihan pengelolaan angkutan laut di Kepulauan Seribu saat ini tengah dibahas bersama Transjakarta.

"Pemprov DKI Jakarta saat ini bagaimana berusaha mengurangi ketimpangan yang ada antara Kepulauan Seribu dan juga di kota-kota di DKI Jakarta. Dalam rangka apa? Dalam rangka bagaimana Kepulauan Seribu tidak tertinggal di saat nanti Jakarta menjadi kota global," katanya. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.