TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta tak sekadar membuka lembaran baru di Super League 2026/2027 saat melawan Persita Tangerang.
Laga perdana melawan Pendekar Cisadane di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WIB, menjadi momentum istimewa bagi Laskar Mataram.
Pertandingan tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun ke-97 PSIM. Klub yang berdiri pada 5 September 1929 itu tentu ingin merayakan hari jadinya dengan cara spesial, meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Ribuan suporter diperkirakan akan memadati Stadion Sultan Agung untuk menjadi saksi dimulainya perjalanan PSIM di kasta tertinggi musim ini.
Atmosfer pertandingan pun dipastikan semakin spesial karena kemenangan bisa menjadi kado ulang tahun bagi klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta.
Namun, Persita datang bukan sekadar sebagai tamu. Tim Eber Bessa dan kolega membawa catatan yang masih membekas bagi PSIM.
Musim lalu, kedua tim dua kali bertemu dan PSIM selalu keluar sebagai pihak yang kalah. Lebih menyakitkan lagi, Laskar Mataram tidak mampu mencetak satu gol pun dari dua pertandingan tersebut.
Pada pertemuan pertama di Indomilk Arena, Tangerang, 17 Oktober 2025, PSIM takluk telak 0-4.
Eber Bessa membuka keunggulan Persita pada menit ke-23, sebelum Rayco Rodriguez mencetak dua gol pada menit ke-69 dan 84. Pablo Ganet kemudian melengkapi kemenangan tuan rumah melalui gol pada masa injury time.
Baca juga: Bola Mati Jadi Senjata Rahasia PSS Sleman untuk Taklukkan Bali United
PSIM kembali gagal membalas pada pertemuan kedua di Stadion Sultan Agung, Bantul, 30 April 2026.
Gol cepat Aleksa Andrejic pada menit keenam membuat Laskar Mataram harus kembali mengakui keunggulan Persita dengan skor 0-1.
Total, Persita unggul agregat 5-0 atas PSIM sepanjang dua pertemuan musim lalu.
Catatan itu menjadi bumbu tambahan menjelang duel pembuka musim ini. PSIM bukan hanya berusaha mengawali kompetisi dengan kemenangan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghapus catatan buruk tersebut.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyadari pentingnya laga pembuka. Terlebih, pertandingan tersebut berlangsung di kandang dan bertepatan dengan hari berdirinya PSIM.
“Ini adalah awal musim, jadi setiap pertandingan itu penting. Sabtu depan adalah pertandingan pertama liga dan bertepatan dengan hari berdirinya klub kita,” ujar Van Gastel, Kamis (3/9/2026).
Pelatih asal Belanda itu berharap PSIM mampu mengawali kompetisi dengan hasil positif. Menurutnya, start yang baik bisa memberikan energi sekaligus kepercayaan diri bagi tim untuk menjalani perjalanan panjang musim 2026/2027.
“Semoga kami bisa meraih hasil positif, tetapi selalu penting untuk memulai liga dengan baik seperti musim lalu karena itu memberikan energi positif dan rasa percaya diri. Semoga kami bisa melakukan hal yang sama seperti musim lalu,” katanya.
Ketika kembali disinggung mengenai dua kekalahan dari Persita pada musim lalu, Van Gastel tak ingin menjadikan catatan tersebut sebagai beban.
Ia justru menegaskan bahwa target PSIM dalam setiap pertandingan selalu sama, yakni meraih kemenangan.
“Musim lalu dua kali kalah, ya, jadi kita harus bangkit,” ujar Van Gastel.
Ketika ditanya apakah kemenangan menjadi target PSIM saat menghadapi Persita, ia menjawab tegas.
“Kami selalu mencoba memenangkan setiap pertandingan, jadi tidak ada yang baru,” pungkas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.(*)