Harapan Perempuan Baduy Luar Kembangkan Usaha Berkat Bantuan Modal PNM Mekaar
Ilham Mulyawan September 03, 2026 12:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM - Melalui program Mekaar, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM pertama kalinya hadir di tanah Baduy luar, Jawa Barat luar, untuk menyalurkan pembiayaan kepada tiga perempuan asli suku Baduy bernama Saenah, Juni, dan Sarti. 

Mereka merupakan warga Lebak 2, yang rumahnya berada jauh di dalam kawasan permukiman dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki melewati jalur hutan.

Baca juga: Sumur Kering Akibat Kemarau, Warga Martajaya Pasangkayu Dapat Bantuan Air dari BPBD

Baca juga: Komisi IV DPRD Sulbar Dorong Validasi Data Desil Agar Masyarakat Menerima Bansos Secara Adil

Kawasan permukiman Lebak 2, rumah-rumah warga berdiri menyatu dengan alam, jauh dari titik-titik yang lazim didatangi wisatawan.

Di tempat inilah banyak pula warga yang merupakan pengrajin kain khas Baduy dan tas koja.

Kehadiran PNM di Baduy luar ini untuk menyediakan layanan keuangan formal bagi penduduk yang membutuhkan tambahan modal, untuk kemajuan usaha mereka.

Saenah menjalankan usaha jual beli hasil bumi.

Ia juga menganyam tas koja dan menenun kain khas Baduy. 

Pembiayaan pertama sebesar Rp4 juta dari PNM Mekaar digunakannya untuk membeli hasil bumi saat musim panen. 

Juni juga sama.

Ia memperoleh pembiayaan Rp6 juta untuk menopang usaha warungan dan jual beli hasil bumi, sementara Sarti menerima Rp4 juta untuk memperlancar perputaran modal usaha jual beli hasil bumi.

Mereka mengenal PNM Mekaar justru dari lingkungan terdekat, yaitu saudara mereka yang lebih dahulu menjadi nasabah dan merasakan manfaatnya. 

“Dengan Mekaar, alhamdulillah itu dapat gitu ya. Barang-barang bisa kebeli. Sudah beli kain, sudah dapet juga buat usaha,” ujar Saenah.

Cerita dari tanah Baduy ini menjadi gambaran bagaimana PNM menjalankan perannya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Direktur Utama PNM Kindaris menuturkan, bagi PNM menjangkau wilayah 3T bukan hanya tentang memperluas titik layanan, tetapi tentang mendatangi masyarakat yang membutuhkan akses, bahkan ketika perjalanan menuju mereka membutuhkan usaha lebih besar.

"PNM mengoperasikan ratusan unit layanan yang secara khusus berupaya menjangkau nasabah di titik-titik yang sulit disentuh layanan formal. Kehadiran tersebut juga tidak berhenti pada pembiayaan. 

"Model bisnis PNM Mekaar menggabungkan modal usaha dengan pendampingan, agar nasabah tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memulai atau memperbesar usaha, tetapi juga memiliki ruang untuk terus belajar dan bertumbuh," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.