Masakan Ibu Penyelamat! Siswa SMAN 3 Nganjuk Lolos dari Keracunan MBG Usai Bawa Bekal dari Rumah
faridmukarrom September 03, 2026 12:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Seorang siswa SMAN 3 Nganjuk berinisial DV lolos dari dugaan keracunan setelah sejumlah siswa mengalami gejala sakit usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).

DV beruntung karena tidak ikut menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolahnya.

Ia memilih menyantap bekal yang dibawa dari rumah dan dibuat oleh sang ibu.

Menurut DV, menu MBG yang dibagikan kepada siswa berupa nasi goreng dan tahu bulat.

Berdasarkan data yang dihimpun, menu tersebut juga terdiri dari suwiran ayam, telur dadar, acar, serta semangka.

"MBG dibagikan pada pukul 10.00 WIB," katanya.

DV mengatakan dirinya tidak ikut menyantap makanan MBG tersebut.

Baca juga: Polemik Video Pencak Silat di Trenggalek Selesai Damai, Polisi Imbau Tak Ada Pergerakan Massa

Pasalnya, sejak dari rumah ia sudah membawa bekal makanan yang disiapkan oleh ibunya.

"Saya makan bekal. Tidak ikut makan MBG. Sehingga saya tidak merasakan apa-apa pada kesehatan," jelasnya.

Kronologi Dugaan Keracunan Siswa SMAN 3 Nganjuk

Seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andik, membeberkan kronologi kejadian yang dialami sejumlah siswa setelah menyantap menu MBG.

Ia mengatakan makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk mengambilnya dan dimakan," katanya.
Namun, gejala yang dialami siswa tidak langsung muncul setelah mereka menyantap makanan tersebut.

Beberapa jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan kesehatan.

"Pukul 14.00 WIB, siswa ada yang mual, pusing, serta muntah," sebutnya.
Andik mengatakan menu MBG yang dibagikan terdiri dari nasi goreng, ayam suwir, dan telur dadar.

Selain itu, terdapat potongan semangka dan acar yang ditempatkan dalam ompreng.

"Saya tidak bisa memastikan, bagian makanan mana yang membuat mereka keracunan," ujarnya.
50 Siswa SMAN 3 Nganjuk Ditangani Puskesmas
Sebagai penanganan awal, siswa yang mengalami gejala diduga keracunan dibawa ke Puskesmas Nganjuk.

Setelah mendapat penanganan awal, sejumlah pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Kepala Puskesmas Nganjuk, dr. Rio Kasino, mengatakan para siswa dirujuk ke tiga rumah sakit.

Ketiga rumah sakit tersebut yakni RSUD Nganjuk, Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, dan Rumah Sakit Islam Aisyiyah.

"Ada tiga rumah sakit rujukan untuk para pasien," katanya kepada Tribun Jatim Network.
Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara, terdapat 50 pasien dari SMAN 3 Nganjuk yang diterima oleh Puskesmas Nganjuk.

Hingga pukul 16.00 WIB, pasien yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG masih berdatangan ke puskesmas.

"Para pasien masih bergulir datang. Kami siap menerimanya. Kami melakukan penanganan berupa stabilisasi terhadap pasien. Apabila butuh penanganan lebih lanjut kami rujuk ke rumah sakit," urainya.

(Danendra Kusuma/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.