Rentetan Insiden Pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin, Milik TNI hingga Garuda Indonesia
Ansar September 03, 2026 02:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Beberapa insiden pesawat terkendala teknis terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam 11 hari terakhir.

Terhitung sudah ada empat pesawat yang sempat terkendala, mulai dari pesawat militer hingga komersial.

Beruntungnya dari seluruh renteran kejadian tersebut tak ada korban jiwa, seluruh awak maupun penumpang pesawat dilaporkan selamat.

Yang pertama adalah pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 milik TNI AU yang keluar dari batas ujung landasan pacu  atau Runway Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Insiden tersebut terjadi saat pesawat menjalani rangkaian test flight setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat, Senin (24/8/2026).

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan pesawat saat itu sedang menjalani tahapan pemeriksaan berupa simulasi take off di landasan.

Namun, saat melakukan pengereman, sistem pengereman pesawat mengalami kendala teknis.

“Pada saat melaksanakan pengereman terjadi kendala teknis pada sistem pengereman tidak berfungsi secara maksimal,” katanya.

Akibat kendala tersebut, pesawat keluar sekitar 30 meter dari batas ujung landasan.

Kedua, milik TNI yang tergelincir di landasan pacu utara-selatan atau Runway 03-21, Selasa (25/8/2026).

Ketiga, pesawat surveillance tipe Piper PA-31 (Convair/Navajo) milik PT Vast Intra Avia mengalami kendala teknis saat hendak melakukan penerbangan menuju Surabaya mengalami kendala teknis Rabu (26/8/2026) siang.

Pesawat sebelumnya melakukan penerbangan refueling dari Palu menuju Makassar.

Setelah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pesawat tersebut dijadwalkan melanjutkan penerbangan ke Surabaya.

Namun, saat hendak lepas landas atau take-off, pesawat mengalami kendala berupa wheel lock atau roda dalam kondisi terkunci.

Terbaru, Pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta-Makassar mengalami pecah ban pada salah satu roda utama saat proses keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (3/9/2026).

Pesawat tipe Boeing 737-800 (B738) tersebut kemudian mendapat penanganan khusus sebelum mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pihak Bandara Sultan Hasanuddin menerima informasi mengenai kondisi pesawat dari Tower AirNav Indonesia sekitar pukul 07.00WITA.

Mendapat informasi tersebut, pihak bandara langsung melakukan koordinasi dan menyiagakan personel untuk mengantisipasi kedatangan GA604.

Tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) menjadi salah satu unsur yang disiagakan dalam penanganan tersebut.

Sejumlah kendaraan pendukung juga dipersiapkan, di antaranya kendaraan utama F1, F2 dan Nurse Tender.

Koordinasi turut dilakukan bersama AirNav Indonesia, SAR, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), serta Base Rescue Lanud.

Pesawat GA604 kemudian melakukan go around atau kembali melakukan penerbangan sebelum akhirnya mendarat dengan aman di Runway 03 Bandara Sultan Hasanuddin.

GA604 mendarat pada pukul 09.13 WITA.

Setelah pesawat berhenti, petugas langsung melakukan penanganan untuk memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Sebanyak 156 penumpang berada di dalam pesawat tersebut.

Pihak bandara menyiapkan empat unit bus untuk memindahkan seluruh penumpang dari pesawat menuju terminal.

Proses evakuasi atau pemindahan penumpang berlangsung aman dan tertib.

Penumpang terakhir tercatat meninggalkan pesawat pada pukul 09.53 WITA.

Sementara itu, Runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin ditutup sementara mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WITA.

Penutupan dilakukan melalui Notice to Airmen (NOTAM) untuk mendukung proses penanganan dan memastikan kondisi landasan tetap aman.

Pesawat GA604 kemudian dipindahkan ke Parking Stand di Apron untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan teknis.

Tim teknik landasan juga melakukan pemeriksaan terhadap runway sebelum kembali dibuka untuk penerbangan.

Setelah dipastikan aman, Runway 03-21 kembali dibuka pada pukul 10.30 WITA.

Operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin selanjutnya kembali berjalan normal.

Pgs General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, mengatakan seluruh unsur langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi pesawat.

“Begitu menerima informasi dari Tower AirNav Indonesia, kami langsung melakukan koordinasi dan menyiagakan seluruh unsur yang diperlukan untuk memastikan kesiapan kedatangan pesawat,” kata Lukman.

Menurutnya, penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

“Alhamdulillah, GA604 dapat mendarat dengan baik, seluruh penumpang dan awak dalam kondisi aman, dan proses penanganan hingga runway kembali beroperasi dapat dilakukan secara terkoordinasi,” ujarnya.

Bandara Sultan Hasanuddin memastikan operasional penerbangan kembali normal setelah runway dibuka.

Pihak bandara juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan GA604.

"Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas dalam setiap proses pelayanan penerbangan," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.