10 Tahun Berlalu, Mantan Kiper Barcelona Bongkar Momen Paling Berat Messi: Duduk Sendirian
Arie Noer Rachmawati September 03, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Mantan kiper Barcelona, Claudio Bravo, menjadi salah satu pemain yang pernah menyaksikan langsung masa-masa sulit Lionel Messi bersama Timnas Argentina.

Bravo dan Messi pernah berhadapan dalam dua final Copa America secara beruntun, yakni pada 2015 dan 2016.

Dalam dua pertandingan tersebut, Bravo keluar sebagai pemenang bersama Timnas Chile.

Kekalahan itu menjadi pukulan berat bagi Messi.

Setelah kembali gagal meraih trofi bersama Argentina, megabintang asal Rosario tersebut sempat mengambil keputusan untuk mundur dari tim nasional.

Namun, keputusan itu tidak bertahan lama.

Messi akhirnya kembali memperkuat Argentina dan terus berjuang hingga akhirnya berhasil mengakhiri penantian panjang negaranya.

Perjalanan Messi bersama Timnas Argentina memang tidak selalu berjalan mulus.

Sebelum mengangkat trofi Copa America dan Piala Dunia 2022, ia harus melewati sejumlah kegagalan di pertandingan penting.

Dua kekalahan dari Chile pada final Copa America 2015 dan 2016 menjadi salah satu periode paling berat dalam karier internasional Messi.

Claudio Bravo pun menjadi saksi langsung bagaimana pertandingan tersebut meninggalkan luka bagi kapten Argentina itu.

Baca juga: Lionel Messi Pensiun, Nico Paz Kenang Mimpi Masa Kecil Bermain Bersama Sang Idola

Baca juga: Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Mengabdi, Sebut Saatnya Telah Tiba

Kondisi Paling Menyedihkan Messi

Claudio Bravo masih mengingat jelas suasana setelah Chile mengalahkan Argentina pada final Copa America 2016.

Sepuluh tahun berlalu, mantan kiper Chile tersebut kembali menceritakan momen yang menurutnya menunjukkan sisi lain Lionel Messi, jauh dari sorotan kesuksesan di atas lapangan.

Bravo mengatakan, Messi terlihat sangat terpukul setelah Argentina kembali gagal di partai final.

Sang megabintang bahkan sempat memutuskan untuk mundur dari tim nasional setelah pertandingan tersebut.

"Saya masih mengingat momen ketika dia memutuskan berhenti setelah adu penalti," ujar Bravo.

Menurut Bravo, suasana kemenangan yang dirasakan para pemain Chile justru memperlihatkan betapa berat situasi yang dialami Messi.

Di tengah perayaan kemenangan Chile, Bravo melihat Messi duduk sendirian di bangku pemain.

Tidak ada kerumunan atau sorotan yang mengelilinginya.

Bagi Bravo, pemandangan tersebut menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Ia menyaksikan langsung seorang pemain yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola berada dalam kondisi yang sangat berbeda dari biasanya.

Bravo menilai momen itu memperlihatkan dua sisi kehidupan seorang pesepak bola.

"Hari itu, saya menemukannya seorang diri duduk di bangku pemain, benar-benar sendirian. Kita sedang membicarakan pemain terbaik dalam sejarah olahraga ini dan saat itulah Anda melihat kedua sisinya," ungkap Bravo.

Di satu sisi ada kejayaan, ketika kemenangan membuat banyak orang datang dan ikut merayakan.

Namun di sisi lain, ada kesepian dan kekecewaan yang harus dihadapi seorang pemain ketika mengalami kekalahan.

"Anda melihat wajah kesuksesan sekaligus wajah kekalahan. Dalam kesuksesan, banyak orang bisa berada di sekeliling Anda dan banyak hal indah terjadi, namun di situlah saya belajar mengenai sisi negatif sepak bola terkait para idolanya," kata Bravo.

Bravo berbagi ruang ganti dengan Messi di Barcelona selama rentang waktu 2014-2016.

Dua tahun main bareng, keduanya menelurkan delapan trofi bagi raksasa Catalunya.

Bravo sendiri sudah pensiun sejak 2024.

Sementara itu, Messi masih bermain untuk Inter Miami di usia 39 tahun.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.