TRIBUNJATIM.COM - Sebuah video yang memperlihatkan kerumunan warga mengamuk terhadap sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai debt collector viral di media sosial.
Peristiwa tersebut dinarasikan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara.
Para debt collector itu diduga menjadi sasaran amuk massa setelah merampas sepeda motor milik seorang pengemudi ojek online (ojol).
Dalam video singkat yang beredar, terlihat warga berkerumun di lokasi kejadian.
Sejumlah pelajar juga tampak berada di tengah kerumunan.
Massa terlihat merusak dua sepeda motor yang disebut-sebut milik pihak yang diduga debt collector.
Video tersebut kemudian ramai dibagikan di media sosial dan memunculkan berbagai respons dari warganet.
Dalam unggahan yang beredar, terdapat narasi yang menyebut pihak yang diduga debt collector tersebut merupakan mata elang dan disebut membawa senjata api.
"Rampas motor ojol, mata elang diduga berpistol bonyok dihantami warga," demikian narasi yang mengunggah video tersebut.
Baca juga: Motor Ditarik Debt Collector, Nazarudin Pensiunan Guru Minta Tolong Kapolri karena Laporan Mandek
Kepala Bidang Unit Reaksi Cepat (URC) GODAMS, Muhammad Irfan menyampaikan, driver ojol yang menjadi korban bernama Reza.
Ia menceritakan, kala itu Reza beranjak ke Jalan Wahid Hasyim, Kota Medan sembari mencari orderan pada Selasa (1/9/2026).
Setibanya di Simpang Gajah Mada, seorang pengendara sepeda motor meminta tolong padanya.
Reza pun membantu dengan mendorong dari belakang.
"Tiba-tiba dia didatangi tujuh orang, dengan tiga sepeda motor," kata Irfan saat dihubungi melalui saluran telepon pada Kamis (3/9/2026), dikutip dari Kompas.com.
Ia mengungkapkan, belakangan diketahui orang yang dibantu Reza serta tujuh orang lainnya diduga debt collector.
Motor Reza pun dirampas dan dibawa pergi.
Reza tak terima dan berteriak minta tolong.
Warga sekitar lekas ramai ke lokasi untuk membantu.
Alhasil ada dua debt collector yang diamankan dan dihajar massa.
"Ada 2 motor juga yang dimassa. Pas ribut itu lah terlihat ada benda mirip senpi (dibawa debt collector)," ujarnya.
Selanjutnya, kedua terduga pelaku diamankan warga.
Tak lama polisi datang membawa keduanya ke Polsek Medan Kota.
Baca juga: Gegara Tarik Mobil Kafe, Bentrok Debt Collector & Petugas Valet Surabaya Berujung 3 Pria Kena Bacok
Irfan menuturkan, pengakuan Reza memang sepeda motor itu dibeli hanya dengan surat STNK.
Sementara pemilik motor pertama sudah menunggak cicilan.
"Makanya dicari lah unitnya. Nah, driver ini mungkin gak tahu-tahu juga," sebutnya.
Di lain pihak, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Fandi Setiawan menyampaikan, saat ini dua debt collector tersebut sudah diamankan.
"Nah, drivernya sudah tak mempermasalahkan soal kendaraan itu lagi. Makanya ini keduanya ditahan karena UU Darurat, membawa pisau," ujar Fandi saat dihubungi Kompas.com melalui saluran telepon.
"Kalau soal senpinya sudah dicek, itu cuma ecek-ecek (mainan)," sambungnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com