Kasus Keracunan MBG Sidoarjo Meluas ke Sekolah Luar Pesantren, Bupati Subandi Beber Sebaran Pasien
Sudarma Adi September 03, 2026 02:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Jumlah korban keracunan MBG (makan bergizi gratis) di Kabupaten Sidoarjo terus bertambah.

Sampai sekarang, total jumlah korban mencapai 668 orang pasien. 

Dari jumlah itu, tercatat ada 586 orang yang sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit usai menjalani perawatan.

Sisanya ada 80 pasien yang masih menjalani perawatan, dan dua pasien dalam tahap observasi. 

RSUD Notopuro Tampung Pasien Terbanyak

“Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo. Paling banyak ada di RSUD Notopuro Sidoarjo,” kata Bupati Sidoarjo Subandi, Kamis (3/9/2026).  

Data sampai pukul 9.30 WIB menyebut, pasien yang dirawat di RSUD Sidoarjo sebanyak 383 orang pasien.

Baca juga: Investigasi Keracunan Massal 566 Santri Sidoarjo, BBPOM Surabaya Terjunkan Tim ke Dapur SPPG MBG

Dari jumlah itu ada 375 yang sudah pulang, satu masih observasi, dan tujuh siswa masih menjalani perawatan. 

Di RS Delta Surya ada 30 pasien, yang sudah pulang 13 orang, sisanya 17 pasien masih dirawat.

Sedangkan di RSI Siti Hajar total sebanyak 94 pasien dirawat, yang sudah pulang 67 orang dan yang masih dirawat 27 orang. 

Sementara di RS Pusura ada 21 pasien, yang dirawat sebanyak 12 pasien, yang pulang delapan orang, dan yang masih observasi ada satu pasien. 

Di RSU Aisyiyah St Fatimah sebanyak 47 pasien, yang masih dirawat sembilan orang, dan yang sudah pulang 38 orang.

Di RS Pusdik Bhayangkara ada delapan pasien, satu masih dirawat, tujuh pasien sudah pulang. 

RS Arafah Anwar Medika sebanyak enam pasien, empat dirawat dan dua sudah pulang.

Di RS Assakinah Medika satu pasien sudah sembuh. Di PKM Porong ada dua pasien, satu pulang dan satu masih dirawat.

Di RS Rahman Rahim ada satu pasien, dan di PKM Tanggulangin ada 31 pasien semua sudah pulang.

Selain itu, di BPM ada dua pasien sudah pulang. Dan yang menjalani pengobatan di pesantren sebanyak 33 pasien. 

Dampak Keracunan Meluas ke Sekolah Umum

“Tidak semua korban itu dari pesantren. Ada beberapa yang dari sekolah di luar pesantren. Semua sudah didata oleh Dinas Pendidikan,” lanjut Bupati Subandi. 

Dari pendataan dinas, diketahui ada 624 orang yang ikut jadi korban. Mereka berasal dari berbagai sekolah.

Bahkan ada beberapa guru juga sempat dirawat setelah ikut mengonsumsi menu MBG seperti yang dikonsumsi para siswa. 

Sekolah-sekolah di luar Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang menjadi korban keracunan itu antara lain 21 siswa dan 9 guru di SDN Kalitengah 1. Kemudian ada 27 siswa, 3 guru, dan 3 orangtua dari SDN Kalitengah 2. Ada juga 21 siswa SMP Tri Bhakti, 36 siswa dan 4 guru SMP Muhammadiyah 8. Ada juga 9 siswa SMA Tri Bhakti, 2 siswa KB Mustabsuiroh, dan 2 KB As Sakinah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.