Temuan Tuberculosis di Kota Yogya Capai 680 Kasus, Pemkot Gencarkan Skrining Portable X-Ray
Yoseph Hary W September 03, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Penanganan penyakit Tuberculosis (TB) di Kota Yogyakarta terus dipacu guna meminimalisir risiko penularan di tengah masyarakat. 

Meski Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mencatat tren temuan kasus TB hingga sejauh ini terbilang stabil, kewaspadaan ekstra tetap diperlukan.

​Sampai dengan Juli 2026, tercatat sudah ada sekitar 680 kasus TB yang ditemukan di Kota Yogyakarta, dengan 637 di antaranya telah mendapatkan pengobatan.

Plt Kepala Dinkes Kota Yogtakarta, Lana Unwamah, mengatakan, secara rata-rata, angka temuan kasus TB di wilayahnya mencapai 1.000 kasus setiap tahunnya.

Namun, sekitar 50 - 60 persen dari total kasus merupakan warga berdomisili luar kota yang mengakses fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta.

Intensifkan ACF di CKG

​Guna menekan tren dan mengejar target eliminasi TB pada tahun 2030, Dinkes pun mengintensifkan program Active Case Finding (ACF) yang kini diintegrasikan langsung dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

​"Jadi, kegiatan ACF TB yang terintegrasi dengan cek kesehatan gratis itu didanai dengan anggaran pemerintah pusat," tandasnya, belum lama ini.

​Lana menegaskan, Dinkes Kota Yogyakarta telah melakukan kegiatan ACF TB sejak tahun 2020, yang kala itu mendapat dukungan dari LSM Zero TB Yogyakarta. 

Kegiatan ACF pun dilangsungkan untuk meningkatkan penemuan kasus TB agar mendapat pengobatan dini dan melacak kontak erat guna mencegah penularan.

​"Maka, integrasi Active Case Finding TB dengan program cek kesehatan gratis ini menjadi upaya pemerintah untuk percepatan eliminasi dan zero TB," ujarnya.

​Dijelaskan, pelaksanaan program ACF terintegrasi CKG pada semester dua tahun 2026 telah berlangsung sejak 31 Juli lalu, sampai 19 November 2026 mendatang.

Skrining dan penyisiran

Skrining proaktif ini menyasar 52 lokus yang tersebar di 45 Kelurahan di Kota Yogyakarta, termasuk menyisir area perkantoran hingga rutan dan lapas.

​Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu menjelaskan, dalam pelaksanaannya, ACF terintegrasi CKG dilakukan dengan skrining gejala TB melalui alat portable X-ray. 

Di samping itu tracing TB digulirkan melalui mobilisasi kontak serumah dan kontak erat kasus, untuk didorong mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis.

​"Kami sejak sekitar tiga atau empat tahun lalu itu sudah betul-betul menyisir orang-orang yang belum ke faskes dan merasa masih sehat, dengan cara ACF," katanya.

​Meskipun sebagian besar pasien merupakan warga luar daerah, Pemkot menegaskan langkah pencegahan tetap wajib diperketat karena tingginya mobilitas dan risiko penularan.

Kendati demikian, Endang bilang, sampai sejauh ini, tingkat kesembuhan pasien TB di Kota Yogyakarta tergolong baik, dengan rata-rata 80 - 85 persen.

​"Pengobatan TB rata-rata enam bulan. Kami mengimbau masyarakat disiplin minum obat sesuai resep yang diberi dokter. Jika tidak, atau berhenti, misalnya karena merasa sudah enak setelah dua bulan, ada risiko akan menjadi resisten obat," tambahnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.