TRIBUNNAKARTA.COM, GAMBIR - Bagi sebagian orang, datang ke ajang Flona 2026 di Taman Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat mungkin hanya sekedar untuk melihat-lihat tanaman hias hingga hewan peliharaan.
Namun bagi Wanti, warga Cengkareng, Jakarta Barat, kedatangannya ke Flona punya misi tersendiri.
Ia datang untuk berburu tanaman yang selama ini tidak mudah ditemukan, salah satunya ialah bibit bunga matahari.
Di tengah deretan tanaman yang memenuhi area Flona 2026, Wanti akhirnya menemukan tanaman yang dicarinya itu.
“Ini tadi beli bunga matahari sama daun kelor,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Kamis (3/9/2026).
Bukan tanpa alasan Wanti jauh-jauh dari Jakarta Barat untuk berburu bunga matahari.
Menurutnya, bibit tanaman tersebut cukup sulit ditemukan di tempat biasa ia membeli tanaman hias.
Karena itu, keberadaan berbagai jenis tanaman dalam satu lokasi seperti Flona menjadi kesempatan baginya untuk berburu tanaman yang jarang ditemukan.
“Susah soalnya cari bibitnya, kalau di sini kan biasanya banyak ada. Yang biasa dicari susah, itu di sini ada,” ujarnya.
Di era digital seperti saat ini, Wanti sebenarnya bisa saja membeli bibit bunga matahari secara daring.
Namun, menurutnya, membeli tanaman secara langsung memberikan kepuasan yang berbeda.
Ia pun mengaku masih ragu membeli secara online karena tidak bisa mengetahui pasti kualitas bibit yang sebenarnya.
“Kalau beli online sih ada, cuma kan kita enggak tahu kualitas bibitnya, aslinya kayak apa enggak tahu. Jadi mending datang ke sini,” tuturnya.
Bagi Wanti, melihat langsung tanaman sebelum membeli menjadi bagian penting.
Ia bisa memastikan tanaman yang dibawanya pulang sesuai dengan yang memang dicarinya.
Adapun untuk dua jenis tanaman yang dibelinya itu, Wanti mengeluarkan uang kurang lebih Rp50 ribu.
Harga tersebut dinilainya cukup terjangkau untuk sekedar menambah koleksi tanaman di rumah.
Apalagi ia memang tak memiliki rencana khusus menjadikan tanaman tersebut sebagai bisnis.
Baginya, merawat tanaman menjadi kegiatan sederhana untuk mengisi waktu di rumah.
“Ya buat iseng-iseng aja di rumah,” kata dia sambil tertawa.
Namun, ada harapan kecil di balik tanaman yang dibawanya pulang.
Ia ingin melihat bunga pilihannya itu bisa tumbuh mekar menghasilkan bunga yang cantik.
“Bisa ada bunganya, kan lumayan bisa dilihat, bagus,” tuturnya.
Meski sudah mendapatkan tanaman incarannya, namun tak membuat Wanti buru-buru langsung pulang.
Ia mengaku masih akan berkeliling untuk mencari tanaman-tanaman hias lainnya.
Baca juga: Kecelakaan Maut Hari Ini di Brebes: Pria 64 Tahun Tak Hiraukan Klakson Panjang KA Bima
Baca juga: 2 Klub Besar Berduka Eks Coach Persija Iwan Setiawan Wafat: Peletak Pondasi Tim dan Prestasi Manis
Baca juga: Dua ART Lapor JAKI Ngaku Disekap di Rumah Penjaringan, Terkuak Fakta Sebenarnya