Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kota Mojokerto mencatat capaian menonjol dalam pembangunan kualitas manusia.
Berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas, Indeks Modal Manusia (IMM) Kota Mojokerto mencapai 0,717 dan menempatkannya sebagai daerah dengan capaian tertinggi di Jawa Timur sekaligus masuk tiga besar secara nasional.
Capaian tersebut juga menunjukkan keunggulan yang cukup lebar dibandingkan rata-rata nasional maupun Jawa Timur.
IMM Kota Mojokerto tercatat lebih tinggi 0,155 poin dibandingkan IMM nasional yang berada di angka 0,562.
Sementara jika dibandingkan dengan rata-rata Jawa Timur sebesar 0,613, capaian Kota Mojokerto unggul 0,104 poin.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus memastikan pembangunan manusia dilakukan secara menyeluruh.
"Seperti pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi menjadi investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas," ujar Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto, Kamis (3/9/2026).
Baca juga: BUMDes Mutiara Welirang Ketapanrame di Mojokerto Gerakkan Ekonomi Desa
Menurut Ning Ita, data Bappenas menunjukkan capaian IMM Kota Mojokerto ditopang tiga dimensi utama yang menggambarkan kualitas modal manusia sepanjang siklus kehidupan.
Ketiga dimensi tersebut meliputi kelangsungan hidup atau survival dengan indeks 0,988, pendidikan 0,757, dan kesehatan 0,958.
Ketiga indikator itu menjadi bagian penting dalam pengukuran IMM untuk melihat kondisi modal manusia secara lebih menyeluruh.
Dari sisi pendidikan, salah satu indikator yang menonjol adalah Harapan Lama Sekolah (HLS) usia 4-18 tahun di Kota Mojokerto yang mencapai 14,099 tahun.
Angka tersebut tercatat 1,279 tahun lebih tinggi dibandingkan angka nasional.
Sementara dari dimensi kesehatan, proporsi balita bebas stunting di Kota Mojokerto mencapai 0,883 atau 0,081 poin lebih tinggi dibandingkan capaian nasional.
Ning Ita mengatakan capaian tersebut tidak akan menjadi alasan bagi Pemkot Mojokerto untuk berhenti melakukan pembenahan.
Pemerintah kota, lanjut dia, akan terus mendorong kebijakan yang memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan dan kesehatan berkualitas.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Menurut Ning Ita, pembangunan manusia harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus masa depan daerah.
"Yang terpenting bukan hanya bagaimana mempertahankan capaian ini, tetapi bagaimana terus meningkatkannya. Pada akhirnya, investasi manusia adalah investasi untuk masa depan Kota Mojokerto," pungkas Wali Kota Perempuan Pertama di Mojokerto.