Locomotive Run 2026 di Bandar Lampung, KAI Dorong Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 03, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali menghadirkan ajang Locomotive Run 2026 di Kota Bandar Lampung.

Baca juga: KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan Rp805,8 Juta untuk 23 Program TJSL hingga Agustus 2026

Kegiatan olahraga lari berskala nasional tersebut akan digelar pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang mengusung tagline KAI Semakin Melayani ini memadukan olahraga, sport tourism, edukasi transportasi berkelanjutan, dan kampanye gaya hidup sehat.

Locomotive Run 2026 menjadi salah satu upaya KAI untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian daerah.

Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan kegiatan itu menjadi bentuk nyata KAI dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang positif dan inklusif.

"Melalui Locomotive Run 2026, KAI ingin mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkenalkan transportasi kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," ujar Zaki, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan itu diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara KAI dengan masyarakat, komunitas lari, pelanggan, atlet, serta berbagai pemangku kepentingan di Lampung.

Locomotive Run 2026 menyediakan tiga kategori lomba yang dapat diikuti masyarakat, yakni 5K, 10K dan Half Marathon 21K. Ketiga kategori tersebut menyasar peserta dengan berbagai tingkat kemampuan, mulai dari pelari pemula hingga pelari berpengalaman.

Untuk kategori Half Marathon 21K, peserta akan memulai lomba pada pukul 05.00 WIB. Lalu kategori 10K dimulai pukul 05.30 WIB dan kategori 5K pada pukul 05.45 WIB. KAI juga menetapkan Cut Off Time (COT) untuk masing-masing kategori.

Pelari 5K diberikan waktu maksimal 1 jam 30 menit, kategori 10K selama 2 jam 45 menit, sedangkan Half Marathon 21K memiliki batas waktu penyelesaian empat jam.

Setiap peserta akan mendapatkan sejumlah benefit, mulai dari jersey, BIB chip, racepack hingga finisher medal.

Peserta terbaik juga berkesempatan mendapatkan penghargaan podium sesuai kategori yang diperlombakan.

Tak hanya menjadi ajang olahraga, Locomotive Run 2026 juga diharapkan dapat mendorong perkembangan sport tourism di Provinsi Lampung.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai dapat memberikan efek terhadap sektor ekonomi lokal, termasuk UMKM, kuliner, akomodasi dan pariwisata.

"Kami berharap Locomotive Run 2026 tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Lampung," kata Zaki.

"Dengan hadirnya peserta dari berbagai daerah, kami ingin turut mendorong pergerakan ekonomi lokal dan memperkenalkan potensi wisata Lampung kepada masyarakat luas," sambungnya.

KAI juga menyiapkan pelaksanaan kegiatan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan.

Persiapan dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, baik bagi peserta maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi lomba.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang interaksi bagi KAI dengan komunitas lari, masyarakat, pelanggan hingga penyandang disabilitas.

Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang inklusif. "Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama berlari, menjaga kesehatan, menikmati suasana Lampung, sekaligus memeriahkan HUT KAI melalui Locomotive Run 2026. Slot peserta terbatas, jadi segera daftarkan diri dan jangan sampai kehabisan," tutup Zaki.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.