Sedot Antusiasme Ribuan Pelajar, LBB Kota Yogyakarta 2026 Jadi Wadah Penggemblengan Karakter
Muhammad Fatoni September 03, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lomba Baris-Berbaris (LBB) Kota Yogyakarta 2026 menapaki fase puncak setelah bergulir selama tiga hari pada 1 - 3 September 2026 di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

​Kompetisi bergengsi yang melibatkan ribuan pelajar se-Kota Yogyakarta ini akhirnya memunculkan para jawara yang telah bersaing ketat di masing-masing kategori. 

SD Ungaran keluar sebagai Juara 1 kategori Sekolah Dasar (SD).

Kemudian untuk kategori SMP Putri, dominasi ditunjukkan SMP Negeri 5 Yogyakarta yang merebut podium tertinggi. 

Pada sektor SMP Putra, giliran perwakilan Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta B yang tampil mengesankan dan mengamankan posisi Juara 1.

​Memasuki persaingan di jenjang Sekolah Menengah Atas, SMK Negeri 2 Yogyakarta tampil perkasa dan berhasil mengamankan Juara 1 pada kategori SMA Putri. 

Sedangkan di kategori SMA Putra, Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta kembali membuktikan kualitas peletonnya dengan memboyong predikat Juara 1. 

​Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada ribuan pelajar yang telah berjuang dan menunjukkan performa terbaik di lapangan.

​"Partisipasi luar biasa dari adik-adik jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK yang selama tiga hari sudah mengikuti LBB. Tentu dalam setiap perlombaan ada menang dan kalah," ujarnya, di sela penutupan lomba, di Yogyakarta, Kamis (3/9/2026).

​Bagi sekolah yang belum beruntung, ia mendorong agar momentum ini dijadikan ajang refleksi dan bahan koreksi untuk menghadapi kejuaraan tahun depan.

Baca juga: Mengintip Kesiapsiagaan Akar Rumput Hadapi Potensi Bencana Musim Penghujan di Kota Yogya​

Diikuti Ribuan Peserta

Sebagai informasi, LBB Kota Yogyakarta 2026 kali ini menyedot hingga 3.515 peserta dari 85 peleton.

Mereka saling beradu ketangkasan formasi dan variasi.

​"Ini ruang bersama untuk anak-anak kita. Ini jadi wadah latihan disiplin dan kerja sama, sehingga apa yang kita cita-citakan untuk membentuk anak-anak Yogyakarta yang lebih berkarakter bisa terwujud," tegasnya.

​Lebih lanjut, mengenai teknis perlombaan, Deni mengungkapkan, bahwa penilaian dan materi gerakan LBB mengacu penuh pada regulasi baku militer. 

Standar maksimal kepesertaan dipatok hingga 31 personel per peleton lapangan, yang praktis membutuhkan tingkat konsentrasi serta sumber daya sekolah yang optimal.

​Kendati demikian, pihaknya mencatat sejumlah poin evaluasi untuk penyelenggaraan LBB Kota Yogyakarta 2027 mendatang, terutama menyasar kepesertaan jenjang SD.

Salah satunya, terkait kuantitas 31 personel per peleton yang menjadi kendala bagi jenjang sekolah dasar untuk berpartisipasi, lantaran keterbatasan jumlah siswa.

​"Maka, ini menjadi pertimbangan kami untuk penyelenggaraan lomba baris-berbaris di tahun 2027, apakah kuota peletonnya tetap 31, atau disesuaikan dengan kondisi sekolah," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.