5 Temuan Warga Depok Gabung Tentara Rusia: Ngaku Penjual Tas, Sosok Jarang Bergaul Dibongkar Pak RT
Ferdinand Waskita Suryacahya September 03, 2026 10:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Wahyu Oktavian Iskandar (WOI) alias Yayan, warga Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat jadi sorotan setelah masuk dalam daftar warga asing yang bergabung menjadi tentara Rusia.

Temuan itu diungkap Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) melalui laporan yang diterbitkan pada 27 Agustus 2026.

SZRU menyebut Rusia semakin gencar merekrut warga negara asing untuk memenuhi kebutuhan personel dalam perang melawan Ukraina. 

Delapan WNI yang disebut dalam laporan tersebut yakni Yuda Putra Pratama yang lahir pada 1997, Muhammad Syaripudin (1994), Erwanda (1988), dan M Hadi Maulana (1987). 

Kemudian Wahyu Oktavian Iskandar (1985), Haryanto Dwi Kencana (1983), Helmi Nuraha Hakim (1983), serta Ngangun Hudri Fadli (1978).

SZRU mengeklaim telah menerima dokumen yang mengonfirmasi proses perekrutan tersebut.

TribunJakarta.com merangkum lima temuan warga Depok bergabung dengan tentara Rusia:

1. Ngaku Penjual Tas

​WOI tercatat melakukan proses penggantian dokumen perjalanannya di wilayah Jawa Barat pada awal tahun 2026.

​Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, membenarkan bahwa pemohon mengajukan berkas secara mandiri melalui aplikasi M-Paspor.

​"Ya, kalau berdasarkan data kami di Imigrasi Depok, inisial WOI itu membuat paspor, penggantian paspor itu di tanggal 6 April 2026," kata Irvan, Kamis (3/9/2026).

​Pada saat pemeriksaan berkas dan wawancara, petugas tidak menemukan adanya indikasi pemohon akan berangkat ke zona konflik.

​Pemohon mengaku kepada petugas wawancara bahwa ia hendak bepergian ke luar negeri untuk keperluan liburan dan bisnis.

​"Sesuai dengan SOP kami, menggunakan M-Paspor, dan juga sudah kami wawancarai di mana hasil wawancara tersebut WOI menyampaikan bahwa tujuannya untuk wisata ke Malaysia dan usaha, mendukung usahanya sebagai penjual sepatu dan tas branded secara online di Depok," jelasnya. 

2. Tak Punya Rekam Jejak Militer

​Data keimigrasian mencatat latar belakang pekerjaan WOI adalah seorang wiraswasta yang bergerak di bidang UMKM dan tidak memiliki rekam jejak militer.

​Sebelum mengajukan dokumen baru di Depok, dokumen perjalanan milik WOI sebelumnya diterbitkan oleh otoritas keimigrasian wilayah lain.

​Pihak imigrasi menjelaskan bahwa prosedur yang dijalani WOI murni merupakan proses pembaruan dokumen, bukan pembuatan pertama kali.

​Mengenai rute keberangkatan hingga sampai di Rusia, pihak imigrasi memperkirakan pemohon transit melalui beberapa negara mengingat tidak adanya penerbangan langsung.

​Pihak Imigrasi Depok menegaskan telah melaporkan temuan perlintasan dan data pemohon tersebut ke tingkatan instansi yang lebih tinggi.

​Menyikapi fenomena ini, pengawasan pada proses seleksi dan wawancara pemohon paspor akan semakin ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.

​"Kami akan lebih teliti lagi dalam wawancara paspor terkait hal tersebut karena memang eee isu sekarang terkait perekrutan militer di Indonesia, ya," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah.

3. Tak Terlihat di Lingkungan Rumah

Wahyu Oktavian Iskandar alias Yayan tercatat sebagai warga lingkungan RT 02/RW 06 Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok.

​Safarudin membenarkan bahwa Yayan secara legalitas kependudukan tercatat sah sebagai warga di wilayahnya.

​Meski terdaftar resmi melalui KTP, pria yang diduga bergabung tentara Rusia itu sudah sangat lama tidak terlihat di permukiman.

4. Jarang Bergaul

​Yayan diketahui tinggal di rumah peninggalan almarhum orang tuanya bersama keluarga kakak kandungnya.

​Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Yayan dibesarkan di lingkungan tempat tinggalnya sejak masih kecil.

​Di mata pengurus lingkungan, pria tersebut dikenal pasif dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.

​"Kalau di sini hanya sekadar sapa saja, dia tidak aktif sama sekali dalam kegiatan lingkungan," ujarnya. 

​Interaksi sosial Yayan lebih banyak dihabiskan di luar wilayah RT 02 sehingga aktivitas kesehariannya sulit dipantau.

5. Terkuak Profesi Orangtua

​Safarudin menduga bahwa sebelum menghilang dari pemukiman, warganya tersebut tidak memiliki pekerjaan tetap.

​Pertemuan terakhir antara pengurus RT dan Yayan terjadi sekitar awal tahun atau akhir tahun 2025. 

​Pihak keluarga maupun kakak kandung yang mendiami rumah warisan tersebut belum memberikan informasi apa pun terkait keberadaan Yayan.

​Pengurus lingkungan menegaskan bahwa selama menetap di wilayah tersebut, Yayan tidak pernah tersangkut masalah hukum atau konflik warga.

​Meski bukan dari kalangan militer, Yayan rupanya tumbuh di keluarga purnawirawan tentara.

​"Dia tidak punya basic militer, tapi latar belakang ayahnya almarhum pensiunan TNI AL," tutup Saparudin.  

(TribunJakarta.com/TribunDepok/Kompas.com)

Berita terkait

  • Baca juga: 4 Hari Ditahan Tentara Israel, 9 WNI Dianiaya dengan Keji: Disetrum, Dipukul, dan Ditendang

  • Baca juga: Status WNI Eks Marinir Dicabut Buntut Gabung Tentara Rusia, Satria Arta Ungkit Maling Duit Rakyat 

  • Baca juga: Chat Terakhir Angga Aktivis yang Ditangkap Tentara Israel, Ayahnya Berkaca-kaca: Saya Bangga Padamu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.