TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki sejumlah destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.
Selain Candi Prambanan yang sudah sangat populer, terdapat sejumlah candi lain yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Salah satunya adalah Candi Sojiwan yang berada di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Baca juga: Rekomendasi Wisata di Solo: Jelajah Kampung Tua Penuh Sejarah dan Budaya di Kampung Batik Laweyan
Lokasinya tidak jauh dari Candi Prambanan sehingga wisatawan dapat memasukkan Candi Sojiwan dalam daftar tujuan ketika berkunjung ke kawasan Prambanan.
Berjarak 50 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1,5 jam kendaraan pribadi.
Candi Sojiwan merupakan candi bercorak Buddha yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9.
Keberadaan candi ini tidak hanya menarik dari sisi arsitektur, tetapi juga karena relief-relief yang menghiasi bagian kaki candi.
Relief tersebut menampilkan cerita fabel atau kisah-kisah yang mengandung pesan moral.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus suasana yang lebih tenang, Candi Sojiwan bisa menjadi salah satu pilihan menarik di Klaten.
Baca juga: Rekomendasi Wisata Murah Meriah di Klaten, Alun-Alun Klaten Cocok untuk Liburan Keluarga
Saat tiba di kompleks Candi Sojiwan, wisatawan akan melihat bangunan candi yang berdiri kokoh di tengah lingkungan yang cukup asri.
Candi ini memiliki tinggi sekitar 27 meter dengan bentuk bangunan yang ramping namun tetap terlihat kokoh.
Ciri khas bangunan bercorak Buddha dapat dilihat dari keberadaan stupa yang menghiasi bagian atas candi.
Struktur bangunannya memperlihatkan keahlian masyarakat Jawa pada masa lampau dalam membangun tempat keagamaan sekaligus karya seni.
Meski tidak sebesar Candi Prambanan, Candi Sojiwan memiliki karakter tersendiri.
Detail ornamen dan ukiran pada bagian candi menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai bangunan bersejarah.
Sebagian ornamen memang telah mengalami kerusakan akibat usia dan faktor alam.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan panjang candi yang telah bertahan selama berabad-abad.
Baca juga: 4 Rekomendasi Wisata di Solo Raya yang Bisa Diakses Naik KRL Solo-Jogja, Jalan Kaki hingga Naik Ojol
Salah satu hal yang membuat Candi Sojiwan menarik adalah relief yang terdapat pada bagian kaki candi.
Relief-relief tersebut menampilkan cerita fabel atau kisah tentang hewan yang memiliki pesan moral.
Beberapa kisah yang dikenal antara lain cerita kera dan buaya, perkelahian gajah dan burung pipit, serta kisah lomba antara kancil dan siput.
Cerita-cerita tersebut tidak sekadar menjadi hiasan bangunan.
Relief fabel menggambarkan pesan mengenai kebajikan, kecerdikan, keadilan dan perilaku manusia.
Hal tersebut membuat Candi Sojiwan menarik sebagai destinasi wisata edukasi.
Pengunjung dapat mengamati relief sambil mempelajari bagaimana masyarakat pada masa lalu menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui karya seni.
Keberadaan relief tersebut juga membuat pengalaman berwisata ke Candi Sojiwan berbeda dengan sekadar menikmati kemegahan bangunan candi.
Wisatawan dapat menghabiskan waktu untuk mengamati satu per satu relief dan mencari tahu cerita yang digambarkan pada masing-masing pahatan.
Baca juga: Rekomendasi Wisata di Solo, Museum Batik Danar Hadi Jadi Tempat Menarik untuk Mengenal Sejarah Batik
Candi Sojiwan merupakan salah satu peninggalan dari masa Mataram Kuno.
Candi ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9, antara 842 hingga 850 Masehi.
Candi Sojiwan diyakini berkaitan dengan sosok Nini Haji Rakryan Sanjiwana atau Pramodawardhani.
Keberadaan Candi Sojiwan juga menjadi bagian menarik dari sejarah kawasan Prambanan yang pada masa lalu menjadi salah satu pusat perkembangan peradaban di Jawa.
Di kawasan yang sama terdapat Candi Prambanan yang bercorak Hindu.
Keberadaan peninggalan bercorak Buddha dan Hindu di kawasan yang berdekatan menjadi salah satu gambaran mengenai kehidupan keagamaan masyarakat Jawa pada masa Mataram Kuno.
Hal tersebut turut memperkaya nilai sejarah Candi Sojiwan.
Candi Sojiwan berada di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.
Lokasinya cukup strategis karena berada tidak jauh dari kawasan Candi Prambanan.
Wisatawan yang sedang berkunjung ke Candi Prambanan dapat melanjutkan perjalanan menuju Candi Sojiwan.
Kondisi tersebut membuat kedua destinasi dapat dikunjungi dalam satu perjalanan wisata.
Selain kendaraan pribadi, kawasan Prambanan juga dapat dijangkau menggunakan transportasi umum, kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan moda transportasi lokal menuju lokasi candi.
Kedekatannya dengan kawasan Prambanan menjadi salah satu keuntungan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi lebih banyak peninggalan sejarah di sekitar perbatasan Klaten dan Yogyakarta.
Dibandingkan Candi Prambanan yang menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di kawasan tersebut, Candi Sojiwan menawarkan suasana yang lebih tenang.
Lingkungan sekitar candi juga memberikan nuansa berbeda dengan kawasan perkotaan.
Pepohonan dan ruang terbuka di sekitar kompleks membuat wisatawan dapat menikmati bangunan bersejarah sambil bersantai.
Suasana tersebut cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah tanpa harus terburu-buru.
Candi Sojiwan juga dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang gemar fotografi.
Perpaduan bangunan batu dengan lingkungan hijau dapat menjadi latar foto yang menarik.
Waktu pagi dan sore hari juga bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan suasana yang lebih nyaman karena sinar matahari tidak terlalu terik.
Candi Sojiwan tidak hanya menawarkan pemandangan bangunan kuno.
Di balik setiap bagian candi terdapat nilai sejarah dan budaya yang dapat dipelajari.
Relief fabel menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat masa lalu menggunakan seni untuk menyampaikan pesan kehidupan.
Cerita tentang hewan yang terpahat di batu dapat menjadi sarana edukasi, termasuk bagi wisatawan yang datang bersama anak-anak.
Anak-anak tidak hanya diajak melihat bangunan candi, tetapi juga dapat belajar memahami pesan moral dari cerita yang digambarkan melalui relief.
Sementara bagi orang dewasa, Candi Sojiwan dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh perkembangan kebudayaan dan kehidupan masyarakat Jawa pada masa Mataram Kuno.
Ada sejumlah alasan mengapa Candi Sojiwan dapat dimasukkan dalam daftar rekomendasi wisata di Klaten.
Pertama, lokasinya berada tidak jauh dari Candi Prambanan sehingga mudah dikombinasikan dalam perjalanan wisata.
Kedua, bangunan candi memiliki arsitektur yang menarik dengan karakter Buddha dan stupa yang menjadi bagian penting dari strukturnya.
Ketiga, relief fabel di bagian kaki candi memberikan pengalaman wisata yang berbeda karena menyimpan berbagai cerita dan pesan moral.
Keempat, lingkungan sekitar candi relatif asri dan menawarkan suasana yang lebih tenang.
Dengan berbagai daya tarik tersebut, Candi Sojiwan bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata sejarah, budaya, edukasi dan fotografi dalam satu perjalanan.
Bagi wisatawan yang sudah mengunjungi Candi Prambanan, menyempatkan diri datang ke Candi Sojiwan dapat menjadi cara untuk melihat sisi lain dari kekayaan sejarah kawasan Prambanan dan Klaten.
(*)