Hampir Tiap Hari Mati Lampu, Puskesmas di Barru Andalkan Tenaga Surya
Ansar September 04, 2026 02:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU - Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menyasar sejumlah fasilitas pelayanan publik, termasuk Puskesmas Lisu dan Puskesmas Padongko, Jumat (4/9/2026).

Pemadaman dilakukan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Barru sebagai bagian dari pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan PLN ULP Barru melalui akun Instagram @pln.ulpbarru, Puskesmas Lisu dijadwalkan mengalami pemadaman pukul 16.00–20.00 Wita.

Sementara Puskesmas Padongko mendapat giliran pemadaman pukul 21.00–24.00 Wita.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang tetap harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk layanan kegawatdaruratan.

Namun, kedua puskesmas tersebut telah menyiapkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menjaga sejumlah layanan tetap berjalan selama listrik PLN padam.

Puskesmas Lisu Andalkan PLTS

Puskesmas Lisu berada di Jalan Poros Pekkae-Soppeng, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja.

Lokasinya sekitar 17,5 kilometer dari Kantor PLN ULP Barru di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru.

Kepala Puskesmas Lisu, Mansur, mengatakan fasilitas kesehatan yang dipimpinnya telah memiliki PLTS untuk mengantisipasi pemadaman listrik.

"Alhamdulillah di Puskesmas kami (Lisu) sudah ada tenaga surya," ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com di salah satu ruangan Puskesmas Lisu.

Menurut Mansur, Puskesmas Lisu hampir setiap hari mendapat giliran pemadaman sejak pengaturan beban diberlakukan.

Keberadaan PLTS menjadi salah satu penyangga operasional puskesmas ketika pasokan listrik dari PLN terputus.

Ketersediaan sumber listrik cadangan menjadi penting karena pelayanan kesehatan tidak sepenuhnya dapat dihentikan ketika pemadaman berlangsung.

Puskesmas Padongko Suplai Tiga Ruangan
Pemadaman juga dijadwalkan berlangsung di Puskesmas Padongko, Jalan Tinumbu, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru.

Puskesmas tersebut berjarak sekitar 4,6 kilometer dari Kantor PLN ULP Barru.

Berdasarkan jadwal PLN, pemadaman di Puskesmas Padongko berlangsung pukul 21.00–24.00 Wita.

Kepala Puskesmas Padongko, Jumardi, mengatakan pihaknya juga telah menyediakan PLTS sebagai sumber listrik alternatif.

PLTS tersebut digunakan untuk menyuplai listrik di tiga ruangan yang memiliki fungsi penting dalam pelayanan kesehatan.

"PLTS untuk UGD, rawat inap, dan persalinan," ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com di ruangannya.

UGD atau unit gawat darurat merupakan layanan yang menangani pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Sementara ruang rawat inap digunakan untuk pasien yang membutuhkan perawatan dan pemantauan, sedangkan ruang persalinan melayani proses kelahiran.

Saat ini, terdapat satu pasien yang menjalani rawat inap di Puskesmas Padongko.

Dengan adanya PLTS, layanan pada tiga ruangan tersebut memiliki sumber pasokan listrik alternatif saat pemadaman PLN berlangsung.

57.804 Pelanggan PLN di Barru

Pemadaman bergilir di Barru merupakan bagian dari pengaturan beban yang dilakukan PLN untuk pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Kabupaten Barru Dalam Angka 2026, jumlah pelanggan listrik PLN di Barru mencapai 57.804 pelanggan hingga 2024.

Bagi fasilitas kesehatan, keberadaan sumber listrik alternatif menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan selama pemadaman.

Terlebih, pemadaman di dua puskesmas tersebut berlangsung pada waktu berbeda, yakni sore hingga malam hari di Puskesmas Lisu dan malam hingga tengah malam di Puskesmas Padongko.

Kesiapan PLTS membuat layanan kesehatan pada fasilitas tersebut tetap memiliki sumber listrik alternatif meski pasokan PLN terputus. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.