Singapura Investor Terbesar Batam, Zhulkarnain Ungkap Arah Kerja Sama Baru Digital hingga Energi
Dewi Haryati September 04, 2026 04:28 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Hubungan Batam dan Singapura tak hanya dibangun melalui kedekatan geografis.

Kerja sama kedua wilayah kini terus diarahkan ke sektor-sektor baru, mulai dari ekonomi digital, energi terbarukan hingga penguatan sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Menteri Negara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, saat menghadiri Singapore National Day Reception di Grand Ballroom Hotel Radisson, Sukajadi, Batam Kota, Kamis (3/9/2026) malam.

Dalam sambutannya, Zhulkarnain menyebut Kepulauan Riau (Kepri) dan Batam memiliki posisi strategis dalam hubungan ekonomi Indonesia-Singapura.

Sebagai informasi, jarak dari Batam ke Singapura adalah sekitar 15 hingga 20 kilometer jika diukur dari daratan utama (mainland) kedua wilayah.

Dari Batam ke Singapura dapat ditempuh hanya sekitar 45-60 menit menggunakan kapal feri cepat.

Zhulkarnain menyoroti pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 6,94 persen pada tahun lalu.

Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Sementara Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen.

Menurut Zhulkarnain, perkembangan tersebut turut membuat kawasan Batam-Bintan-Karimun tetap menarik bagi investor.

"Kepri terus bertransformasi dan tetap menjadi tujuan utama pertumbuhan dan investasi. Kami bangga bisa menjadi mitra dalam perjalanan ini," ujar Zhulkarnain yang memiliki latar belakang pendidikan hukum ini.

Ia mengatakan banyak perusahaan kini memanfaatkan kedekatan Batam dan Singapura untuk membangun kapabilitas baru.

Di antaranya pada sektor ekonomi digital dan hijau, data dan teknologi, manufaktur terbaru, serta energi terbarukan.

Singapura sendiri disebut menjadi investor asing terbesar di Batam, nilai investasinya mencapai sekitar 940 juta dolar AS sepanjang 2025.

Zhulkarnain juga menuturkan kunjungannya ke sejumlah lokasi di Batam pada hari yang sama.

Ia mengunjungi Seatrium yang menjadi salah satu contoh perusahaan galangan kapal yang tengah membangun kapabilitas untuk kebutuhan masa depan.

Selain itu, ia menyambangi Politeknik Pariwisata Batam untuk melihat pengembangan keterampilan tenaga kerja sektor pariwisata dan perhotelan.

Menurutnya, kerja sama pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan kedua wilayah.

Ia menyebut Politeknik Pariwisata Batam telah menjalankan berbagai program pertukaran pelajar dan tenaga profesional dengan sejumlah politeknik di Singapura.

"Indonesia dan Singapura harus raih kesempatan ini dan membangun fondasi untuk generasi selanjutnya," katanya.

Tak hanya investasi, hubungan Batam dan Singapura juga ditopang sektor pariwisata.

Zhulkarnain mencatat jumlah wisatawan Singapura ke Kepri terus meningkat setelah pandemi Covid-19.

Pada 2024, jumlah kunjungan wisatawan Singapura mencapai lebih dari 800 ribu orang amgka itu meningkat menjadi sekitar satu juta wisatawan pada 2025.

"Saya dengar terminal feri mulai terlalu ramai. Ini masalah yang baik," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Zhulkarnain menegaskan Singapura berkomitmen mendukung perkembangan Batam, Bintan, Karimun, Kepri dan Indonesia.

Ia mengatakan kedua negara memiliki hubungan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan kini terus dikembangkan melalui berbagai sektor baru.

Salah satunya melalui kesepakatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam Singapore-Indonesia Leaders Retreat pada Juli 2026.

Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama pada ketahanan rantai pasok, energi terbarukan dan lingkungan.

"Karena itu, saya percaya bahwa Singapura dan Kepri akan menuju masa depan yang lebih terhubung dan dinamis," katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, kedekatan Batam dengan Singapura merupakan modal penting untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama.

Ia menyebut hubungan yang telah terjalin perlu terus dipelihara, terutama dalam bidang ekonomi, investasi, pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia.

"Hubungan baik yang sudah terjalin sangat erat selama ini harus terus kita jaga dan tingkatkan," kata Amsakar.

Ia berharap kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Batam dalam hubungan ekonomi Indonesia-Singapura.

Amsakar juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Nasional Singapura ke-61.

"Atas nama Pemerintah Kota Batam dan seluruh masyarakat Kota Batam, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-61 untuk Republik Singapura," tutupnya. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.