Identitas 5 Orangutan Sumatra yang Akan Dilepasliarkan di TNBT Jambi, Digo hingga Kike
asto s September 04, 2026 05:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lima individu orangutan Sumatra diproyeksikan segera dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), Jambi, setelah kondisi musim kemarau dan asap di wilayah tersebut membaik.

Kelima orangutan tersebut saat ini menjalani proses evaluasi dan adaptasi sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Berikut identitas lima orangutan Sumatra yang dipersiapkan untuk dilepasliarkan:

ORANGUTAN - Lima orangutan Sumatra menjalani rehabilitasi lanjutan di Stasiun Rehabilitasi Orangutan Danau Alo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (4/9/2026). Satwa itu akan dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Provinsi Jambi. (Dok. BKSDA Provinsi Jambi)
ORANGUTAN - Lima orangutan Sumatra menjalani rehabilitasi lanjutan di Stasiun Rehabilitasi Orangutan Danau Alo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (4/9/2026). Satwa itu akan dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Provinsi Jambi. (Dok. BKSDA Provinsi Jambi) (TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA)

1. Digo

Digo merupakan orangutan jantan berusia tujuh tahun yang diselamatkan dari Kota Dumai, Provinsi Riau.

2. Rapala

Rapala merupakan orangutan jantan berusia enam tahun yang diselamatkan dari Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

3. Jating

Jating merupakan orangutan jantan berusia sembilan tahun yang berasal dari Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara.

4. Kike

Kike merupakan orangutan jantan berusia tujuh tahun yang diselamatkan dari Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

5. Serangin

Serangin merupakan orangutan jantan berusia empat tahun yang diselamatkan dari Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Himawan mengatakan kelima orangutan tersebut memiliki latar belakang berbeda.

Sebagian merupakan hasil evakuasi dari pemeliharaan ilegal, sementara lainnya diselamatkan dari konflik satwa di wilayah Sumatra Utara dan Riau.

"Orangutan ini memiliki latar belakang berbeda, mulai dari hasil evakuasi penertiban pemeliharaan ilegal hingga penyelamatan konflik dari wilayah Sumatra Utara dan Riau, seperti Dumai, Langkat, dan Padang Lawas Utara," kata Himawan, Jumat (4/9/2026).

Jalani Evaluasi dan Adaptasi

Sebelum dilepasliarkan, kelima orangutan menjalani proses rehabilitasi dan adaptasi di Danau Alo.

Menurut Himawan, tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan setiap individu sebelum dikembalikan ke alam liar di kawasan TNBT.

Evaluasi meliputi pemantauan perilaku, kemampuan beradaptasi, kondisi kesehatan, serta kesesuaian habitat tujuan.

"Evaluasi mencakup pemantauan perilaku, kemampuan adaptasi, status kesehatan, serta kondisi habitat tujuan," katanya.

Waktu yang dibutuhkan setiap orangutan untuk menjalani proses adaptasi berbeda-beda, bergantung pada riwayat hidup masing-masing satwa.

Orangutan yang sebelumnya hidup liar umumnya membutuhkan waktu adaptasi lebih singkat.

Sementara orangutan yang pernah dipelihara manusia dapat membutuhkan waktu beberapa bulan untuk kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan alaminya.

Sebelum dilepasliarkan sepenuhnya, kelima orangutan tersebut akan menjalani tahap soft release di kawasan Pemerihan, wilayah perbatasan antara TNBT dan hutan produksi.

Tahap tersebut dilakukan untuk membantu orangutan beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan luar sebelum benar-benar dilepas ke alam bebas.

Tingkatkan Populasi Orangutan di TNBT

Pelepasliaran kelima orangutan tersebut bertujuan meningkatkan populasi orangutan Sumatra di kawasan TNBT hingga mencapai jumlah yang optimal.

Keberadaan orangutan juga memiliki peran penting dalam menjaga regenerasi ekosistem hutan, salah satunya melalui perannya sebagai penyebar biji tanaman.

Himawan memastikan kondisi kelima orangutan saat ini dalam keadaan sehat.

Meski demikian, BKSDA Jambi masih melakukan pemantauan ketat dan evaluasi berkala, terutama dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta ancaman kabut asap di sekitar wilayah tersebut.

"Setelah lolos tahap adaptasi soft release, orangutan diproyeksikan akan menyatu dengan populasi orangutan di kawasan TNBT yang saat ini diperkirakan berjumlah lebih dari 200 individu," kata Himawan. (Tribun Jambi/Sopianto)

Baca juga: 5 Orangutan Sumatra Bakal Dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Jambi

Baca juga: 3 Hari 3 Malam Menginap di BPN Jambi, Warga Bakar Sertifikat Sebelum Bubarkan Diri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.