Biodata Ria Norsan, Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa soal Karhutla: Kita Masih Berusaha Semua
Rusaidah September 04, 2026 05:37 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Insiden menegangkan terjadi saat saat mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalbar mencegat iring-iringan kendaraan dinas Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, mahasiswa juga mendesak agar karhutla di Kalbar diusulkan sebagai bencana nasional.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta Ria Norsan menjelaskan langkah konkret pemerintah daerah dalam menangani kondisi karhutla.

Massa juga mempertanyakan alasan pemerintah hanya menjelaskan mengenai kendala kedatangan Menteri Kehutanan ke Kalimantan Barat.

Mereka meminta pemerintah menunjukkan sikap yang lebih tegas terhadap persoalan karhutla yang dinilai telah berdampak kepada masyarakat.

Baca juga: Biodata Nadzira Shafa Istri Mendiang Ameer Azzikra, Gaya Berpakaian Disorot: Aku Ga Merasa Hebat

"Kita tidak ingin kehadiran dari menteri ini bukan hanya kegiatan seremonial," ujar koordinator lapangan FOMDA Kalbar, Syarif Falmu.

"Kalau memang hanya membawa air bersih dan alat-alat yang lainnya, itu kan bisa dibelanjakan di sini. Tidak harus menghabiskan uang negara untuk perjalanan dinasnya ke Pontianak," tambah Falmu.

Mahasiswa meminta Ria Norsan tidak berhenti pada penjelasan mengenai kendala teknis penerbangan Raja Juli.  

Mereka mendesak pemerintah daerah menunjukkan sikap tegas kepada pemerintah pusat.

"Kita sekarang masih berusaha semua. Menteri hari ini karena tidak bisa turun pesawat, bukan aslinya membatalkan," ujar Ria Norsan, dilansir dari TribunPontianak, Kamis (3/9/2026).

Biodata Ria Norsan

Ria Norsan lahir di Singkawang, Kalbar pada 17 Desember 1967.

Pria 57 tahun itu berasal dari keluarga Muslim sederhana. Ayahnya adalah seorang tentara berpangkat kopral, sementara sang ibunda keturunan Tionghoa adalah ibu rumah tangga.

Norsan menikah dengan Erlina dan dikaruniai 4 orang anak.

Baca juga: Kalender Jawa Tanggal 4 September 2026 Weton Jumat Wage, Hari Solidaritas Hijab Internasional

Istri Norsan tersebut merupakan Bupati Mempawah dua periode yakni 2019–2024 dan 2025–2030.

Norsan juga pernah menjadi Bupati Mempawah untuk dua periode, 2009-2014 dan 2014-2018.

Kemudian, Norsan menjabat sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar periode 2018–2023 mendampingi sang Gubernur Sutarmidji.

Awalnya, Norsan merupakan politikus dari Partai Golkar. Bahkan, ia sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Golkar Kalbar.

Namun, Norsan dicopot dari jabatannya karena maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalbar 2024 tanpa melalui rekomendasi partai yang telah membesarkan namanya tersebut.

Selanjutnya, Norsan pindah ke Partai Gerindra dan resmi menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra yang juga Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, pada Senin, 28 April 2025.

Uniknya, dalam Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) 2024, Norsan diusung oleh koalisi PDI Perjuangan, Partai Hanura, dan PPP meski telah mendekatkan diri dengan Gerindra setelah keluar dari Golkar.

Pasangan cagub dan cawagub nomor urut 2, Norsan-Krisantus Kurniawan berhasil unggul dari pasangan nomor urut 1 Sutarmidji-Didi Haryono dan nomor urut 3 Mahendrawan-Jakius Sinyor.

Baca juga: Biodata Audi Marissa, Gugat Cerai Suami usai Hampir 6 Tahun Menikah, Sempat Tak Direstui Ibunda

Norsan-Krisantus resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wagub Kalbar periode 2025–2030 sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada 20 Februari 2025.

Dinasti Politik Ria Norsan 

Ria Norsan sudah berkarir menjadi kepala daerah sejak 2009.

  • 2009-2018 Bupati Mempawah
  • 2018-2023 Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

Istri Ria Norsan, Erlina sudah dua periode menjadi Bupati Mempawah sejak 2019 dan terpilih lagi tahun 2025.

Mereka memiliki empat orang anak.

Anak pertama, Arief Renaldi politisi Partai Golkar kini sudah dua periode menjadi anggota DPRD Kalbar.

Menantu Norsan, Muhammad Farizi juga demikian. Dia menjadi caleg dari Partai Demokrat.

Adik kandung Norsan, Ria Mulyadi dari Partai Golkar kini menjadi anggota DPRD Kabupaten Mempawah.

Lalu adik Erlina, Ermin Elviani dari Partai Demokrat menjadi anggota DPRD Kalbar.

Adik Erlina yang lain, Erdediawan terpilih menjadi anggota DPRD Mempawah dari Demokrat.

Bahkan dinasti politik Norsan juga menjalar sampai besannya, Robi Susanti Ketua DPW PSI Kalbar.

Artinya keluarga Ria Norsan tersebar di empat partai besar.

Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PSI.

Mereka menduduki posisi penting di kabupaten, provinsi, dan kepengurusan partai.

Harta Kekayaan

Dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dia memiliki harta Rp 33.245.065.037.

Ria memiliki 34 tanah dan bangun senilai Rp 18.469.018.000.

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 330.000.000

1. MOBIL, HONDA CR-V JEEP Tahun 2004, HASIL SENDIRI Rp. 180.000.000

2. MOBIL, TOYOTA AVANZA MINI BUS Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp. 90.000.000

3. MOBIL, TOYOTA KIJANG PICK UP Tahun 1995, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 479.785.300

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 5.466.261.737

F. HARTA LAINNYA Rp. 8.500.000.000

Sub Total Rp. 33.245.065.037

III. HUTANG Rp. ----

Viral Bentah Mahasiswa

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, terlibat adu argumen dengan mahasiswa.

Peristiwa ini terjadi saat mahasiswa menggelar aksi di ruas jalan menuju Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9/2026).

Sekitar 15 mahasiswa mencegat Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan saat keluar dari bandara.

Mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalbar itu telah menunggu di ruas jalan menuju bandara sejak agenda kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kalbar terkendala cuaca.

Mereka awalnya menggelar aksi sebagai bentuk penolakan sekaligus penegasan terhadap agenda Raja Juli yang dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.

Namun, pesawat yang membawa Menteri Kehutanan tidak dapat mendarat di Bandara Supadio. 

Cuaca buruk dan kabut asap membuat jarak pandang di kawasan bandara tidak memenuhi kondisi yang diperlukan untuk pendaratan.

Kondisi itu membuat mahasiswa kemudian menyampaikan tuntutan langsung kepada Ria Norsan yang terlihat keluar dari kawasan Bandara Supadio.

Massa menghadang iring-iringan kendaraan dinas dan mempertanyakan langkah Pemerintah Provinsi Kalbar menghadapi karhutla yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Mahasiswa meminta Ria Norsan tidak berhenti pada penjelasan mengenai kendala teknis penerbangan Raja Juli.  

Mereka juga mendesak pemerintah daerah menunjukkan sikap tegas kepada pemerintah pusat.

"Kita sekarang masih berusaha semua. Menteri hari ini karena tidak bisa turun pesawat, bukan aslinya membatalkan," ujar Ria Norsan, dilansir dari TribunPontianak, Kamis (3/9/2026).

Ria Norsan menyebut pesawat belum dapat mendarat karena aspek keselamatan penerbangan. Jarak pandang di atas landasan belum memenuhi standar yang dibutuhkan.

Baca juga: Biodata Anthony Xie Suami Audi Marissa, Digugat Cerai Istri, Pernah Berkarier di Taiwan dan China

Jawaban Norsan belum meredakan tuntutan mahasiswa. Mereka berulang kali meminta Pemerintah Provinsi Kalbar mengusulkan agar karhutla di wilayah tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional.

Perwakilan demonstran juga menyoroti keterbatasan personel relawan, armada, serta logistik yang digunakan untuk menangani kebakaran di lapangan.

Suasana Memanas Usai Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa
Perdebatan kemudian terjadi di kawasan jalan menuju bandara. Situasi sempat memanas setelah Ria Norsan menyampaikan tanggapan dengan nada tinggi atau membentak.

Mahasiswa langsung bereaksi setelah melihat hal ini. Petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya menenangkan kedua pihak.

Mahasiswa menilai kedatangan pejabat pemerintah pusat seharusnya tidak berhenti pada agenda seremonial, rapat koordinasi, maupun dokumentasi di lokasi bencana.

Koordinator lapangan FOMDA Kalbar, Syarif Falmu, mengatakan bahwa mahasiswa tidak mempersoalkan kedatangan pejabat pusat ke Kalbar.  

Mereka meminta kunjungan itu menghasilkan solusi konkret yang dapat dibawa ke Jakarta.

"Kita tidak ingin kehadiran dari menteri ini bukan hanya kegiatan seremonial," ujarnya.

"Kalau memang hanya membawa air bersih dan alat-alat yang lainnya, itu kan bisa dibelanjakan di sini. Tidak harus menghabiskan uang negara untuk perjalanan dinasnya ke Pontianak," tambah Falmu.

Menurut Falmu, pemerintah pusat dan daerah perlu menyusun mitigasi jangka panjang karena karhutla terus berulang setiap tahun.

FOMDA Kalbar juga meminta aparat menindak tegas korporasi maupun pemilik izin konsesi lahan yang terbukti melakukan pembakaran hutan.

Mahasiswa mengklaim tidak hanya menyampaikan tuntutan melalui aksi jalanan. Mereka juga ikut turun sebagai relawan pemadam karhutla dan mendirikan posko bantuan bencana di sejumlah lokasi.

Posko bantuan yang disebut berada di antaranya di Kubu Raya dan kawasan Bundaran Digulis Pontianak.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan Ria Norsan mengenakan pakaian dinas berwarna abu-abu dan topi menemui mahasiswa yang mencegat dirinya.

Dalam video itu, Norsan terlihat membentak mahasiswa sebelum berbalik menuju mobil.

"He!" bentak Ria Norsan.

"Ngapa emosi gitu," timpal mahasiswa.

(Posbelitung.co/Kompas.com/TribunnewsBogor.com/TribunPontianak.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.